Selamat malam steemian Indonesia, maaf untuk satu minggu belakang ini tanpa postingan. Bukan karena kehabisan ide lalu gak tau mau tulis apa, atau gak tau tulis apa dan tak ada ide. Tapi aku sedang memantau perkembangan politik di Malaysia.
Ya.. Suhu politik Negara jiran Malaysia sedang panas-panasnya beberapa hari belakang ini, mengingat Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir Muhammad kembali menobatkan dirinya menjadi calon PM Malaysia dalam Pemilihan Raya Umum (PRU) kali ini.
Kenapa PRU di negeri Jiran kali ini menarik untuk kita pantau. Yang pertama karena mantan perdana menteri Mahathir mencalonkan dirinya lagi setelah sebelumnya menjabat sebagai perdana menteri selama 22 tahun dan itu sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai PM terlama di Malaysia.
Yang kedua, Mahathir kembali mengajak rekan juga musuh lamanya Anwar Ibrahim mantan wakil perdana menterinya dulu yang dipecat tahun 1998, karena berbeda visi dengan Mahathir, terutama pada krisis Asia 1998, dan sampai saat ini masih di dalam penjara dengan kasus lainnya. Namun kini, musuh bersama telah menyatukan mereka. Mereka berkoalisi setelah melihat Najib Razak yang diangkat sebagai Perdana Menteri oleh Mahathir mulai meulanggeh dalam menjalani roda pemerintahan, begitu banyak masalah, korupsi, keluhan warga atas kenaikan biaya hidup dan ketegangan antaretnik, dll.
Yang ketiga, Mahathir bersama Anwar Ibrahim mencalonkan diri melalui partai oposisi. Dalam sejarah Negeri Jiran, kemenangan oposisi belum pernah terjadi. Sejak kemerdekaan, politik Malaysia telah didominasi oleh koalisi Barisan Nasional dan United Malays National Organization (UMNO) selama 61 tahun.
Yang keempat, ternyata partai oposisi berhasil meraih kemenangan bersejarah dalam pemilihan umum Malaysia. Mahathir menang. Artinya ini adalah sejarah baru bagi Malaysia. Ya, sudah tentu sebagai PM terlama, darah UMNO mengalir cukup deras ditubuh Mahathir, walaupun ia maju melalui partai lain dia tetap UMNO. Tidak hanya menang beberapa suara, tidak hanya beberapa kursi, melainkan mayoritas yang sangat substansial.
Yang kelima, Pasca pengumuman kemenangan mengejutkan dalam pemilu Malaysia 2018, Mahathir Mohamad yang dalam pekan ini beruang tahun ke 92 kembali tercatat sejarah sebagai pemimpin terpilih tertua di dunia, dan kelak ketika dilantik oleh raja Malaysia, ia juga akan menjadi perdana menteri tertua di dunia.
Selamat kakek Mahathir Muhammad, semoga ketenaran dan ambisi di masa lalu, juga sejarah baru dengan efek kejut yang luar biasa ini mampu menjalankan niat baik untuk Malaysia.
Bagaimana dengan Indonesia?
Kita tunggu saja ceritanya nanti setelah 19 April 2019. Bakal ada cerita lebih unik dari uniknya pemilihan umum raya Malaysia.