Kemarilah…
Duduk disampingku..
Jangan pergi ke kedai kopi di siang hari, apalagi duduk sendiri, lalu merasa cukup hanya ditemani secangkir kopi, lebih-lebih sampai menjadi sebuah tradisi.
Sini duduk disampingku..
Kita bicarakan apa-apa yang belum tuntas. Ada janji-janji yang belum seberapa kandas. Kita bicara tentang peran manusia sebagai manusia, dan hubungannya dengan dunia sebagai hubungan manusia. Kita juga dapat bertukar apa saja yang seimbang, seperti cinta hanya dengan cinta, kepercayaan dengan kepercayaan, dan seterusnya. Atau boleh saja menukar dengan yang tak seimbang, seperti cinta dengan pengkhinatan, kepercayaan dengan kemunafikan. Silahkan saja, itu semua pilihan. Tapi aku tak menyarankan, kurasa kau pun takkan mau.
Sudahlah mari kita ngopi saja.
Jangan kau jadikan secangkir kopi hitam sebagai teman untuk menghabiskan waktu, sebab dia tak pantas menjadi teman. Jangan lagi kau berkilah kopi hitam itu menenangkan. Karena dia hanya candu yang harus kita bayar ketika bibir mulai asam.