Mobil angkutan pelajar di Kecamatan Sawang dan Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara tidak layak. Mobil itu juga digunakan oleh masyarakat umum.
Foto PasangMata.Detik.com
Di Kecamatan Sawang pelajar menggunakan angkutan itu untuk sekolah di SMA dan SMP Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu. Sedangkan di Seunuddon, digunakan menuju SMA dan SMP Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye.
Masyarakat berharap, dalam APBD perubahan tahun 2009 ini dialokasikan pengadaan mobil angkutan yang lebih layak.
”Selama ini, kasihan anak-anak sekolah yang harus naik mobil pick-up bak terbuka itu berdesak-desakan untuk menuju ke sekolah di Krueng Mane,” kata Muhammad Ilyas, warga Desa Lhok Merbo, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.
Dia menyebutkan, kondisi itu telah berlangsung puluhan tahun lalu. Amatan The Globe Journal, tampak pelajar dari desa-desa pedalaman Kecamatan Sawang menunggu mobil angkutan umum di Desa Keudai Mane.
Mereka berdesakan naik mobil pick-up dengan bak terbuka itu. Selain itu, kondisi seperti itu rentan mengalami kecelakaan. Karena, hanya ada dua papan kayu yang dijadikan tempat duduk angkutan tersebut.
”Beberapa kali sempat terjadi kecelakaan. Anak-anak pelajar jatuh dari mobil pick up itu. Tapi, belum ada perhatian serius dari pemerintah daerah,” kata Muhammad.
Masyarakat lainnya, Jabaruddin, menyebutkan hal yang sama. Dia berharap, dalam tahun 2018 ini Pemerintah Aceh Utara bisa memberikan perhatian untuk mobil angkutan pelajar di pedalaman Aceh Utara.
”Kita harap bisa diadakan mobil angkutan pelajar yang layak. Bisa saja bus sederhana, khusus untuk daerah pedalaman saja,” harap Jabar.