Apa kabar sahabat steem??
Aceh Utara adalah salah satu kabupaten di provinsi Aceh yang menyimpan panorama alam yang menawan, sebut saja air terjun blang kolam, air terjun tujuh bidadari, atau kawasan puncak gunung salak yang berada di Jl. KKA-Bener Meriah yang sedang hits.
Selain memiliki pesona alam yang eksotis, Aceh Utara juga menyimpan banyak situs sejarah, salah satunya adalah makam Sultan Malikussaleh.
Sultan Malikussaleh (Meurah Silu) adalah raja pertama sekaligus pendiri kerajaan Samudera Pasai, beliau memimpin kerajaan ini dalam kurun waktu 1267-1297.
Sultan Malik as-Saleh wafat pada tahun 696 H atau 1297 M. Tampuk pemerintahan kerajaan Samudera pasai kemudian dilanjutkan oleh putra Sultan Malikussaleh yaitu, Sultan Muhammad Malik az-Zahir dari perkawinannya dengan putri Ganggang Sari, putri Raja Perlak.
Sultan Malikussaleh dimakamkan di Desa Beringin (sekarang-red), Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Sekitar 17 KM sebelah timur Lhokseumawe.
Dalam komplek makam Sultan Malikussaleh juga terdapat makam-makam lainnya, salah satunya adalah makam Sultan Malik az-Zahir yang tepat berada di sisi makam ayahandanya yakni, Sultan Malikussaleh.
Selain itu, juga terdapat Makam Ratu Nahritsyah yang memimpin kerajaan Samudera pasai 1405-1428 Masehi.
Saat anda berziarah ke sini, anda akan melihat Batu-batu nisan berpahatkan kaligrafi ayat-ayat suci yang merupakan warisan budaya bernilai sejarah tinggi.
Setiap harinya, Makam Malikussaleh selalu ramai didatangi peziarah dari berbagai daerah, Makam ini juga sering dikunjungi oleh pelajar, dan juga ahli sejarah.
Ada beberapa larangan bagi anda yang hendak berziarah ke makam Sultan Malikussaleh seperti, diharuskan untuk berpakaian yang syar'i, dan dilarang untuk mengambil bebatuan yang ada di dalam komplek makam, khususnya yang berada di makam Sultan Malikussaleh.
Berziarah ke makam Sultan Malikussaleh adalah pilihan yang tepat, dan lebih baik jika mengajak anak-anak anda, karena ini dapat menjadi sarana edukasi bagi mereka untuk lebih mengetahui tentang sejarah kerajaan Samudera Pasai, selain letaknya yang sangat strategis, yang berjarak 1,5 KM dari pusat kota Geudong, kecamatan Samudra, Anda telah tiba hanya dengan menempuh waktu 5-10 menit.