![]() | ![]() |
Sebagai guru olahraga tentu saja saya harus tahu betul perkembangan dunia olahraga dari waktu ke waktu. Sedikit saja alpa menyimak berita tentangnya, bisa-bisa saya akan ketinggalan banyak hal penting tentang olahraga itu sendiri.
Semakin hari dunia olahraga terus dicintai dan dipuja di seluruh dunia. Gemerlap dan kemeriahannya menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Dan di sisi lain, olahraga juga terus berbenah dan memperbaiki diri. Sebut saja penggunaan VAR di dunia sepakbola.
Beberapa hal di atas adalah alasan saya mencintai olahraga dengan penuh seluruh. Bagi saya, olahraga bukan semata ilmu mengolah tubuh dan menjaga stamina. Olahraga lebih dari itu. Ia begitu elastis dan masuk ke segala lini kehidupan.
Kita sering belajar tentang ilmu hidup dari olahraga. Sebagai contohnya adalah aksi Cristiano Ronaldo yang memberi semangat untuk anak-anak korban konflik di Suriah. Kemudian ada lagi aksi Mohammed Salah yang menepis bahwa Islam itu agama teroris. Mo Salah memperkenalkan Islam yang Indah melalui sepakbola di Liverpool.
Jika ditulis secara rinci, maka ilmu hidup yang didapat dari dunia olahraga akan cukup untuk dibuatkan buku seribuan halaman. Tak ada habisnya dan tak ada akhirnya. Sebagai guru olahraga, pada postingan ini saya ingin berbagi ilmu untuk menikmati hidup dari dua tokoh olahraga populer minggu ini versi saya.
Sebelumnya tak ada yang mengenali nama itu di republik ini. Ia hanya anak muda sederhana yang tinggal di gubuk kecil namun dengan mimpi yang amat besar: mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia melalui olahraga lari jarak pendek.
Beberapa minggu yang lalu, Zohri bukanlah siapa-siapa. Tak ada yang tertarik mencari tahu tentangnya di internet. Tapi beberapa hari belakangan, semua rakyat Indonesia bangga betul dengan anak muda satu. Dengan kesederhanaannya, Zohri berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
Minggu lalu tanpa banyak yang tahu, Zohri berangkat ke Finlandia untuk mengikuti kejuaraan dunia lari 100 meter untuk usia 20 tahun. Di Tampere Arena, Finlandia, pemuda yang berasal dari NTB ini mencoba mengangkat nama Indonesia dengan bakatnya.
Tak ada yang memperhitungkannya. Ia bahkan tak terlalu disorot oleh lensa kamera. Posturnya yang pendek dan perawakannya yang sederhana membuatnya tak menarik juru kamera. Bahkan Zohri tak disambut dengan gegap gempita saat memasuki arena bertanding.
Namun sesaat setelah pertandingan dimulai, barulah dunia tercengang dengan kecepatan Zohri. Tanpa diduga ia melesat dengan lesatan yang sangat cepat. Ia mengalahkan pelari unggulan dari Amerika dan Jamaika. Ia berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah dunia. Semesta mewujudkan mimpinya.
Setelah merebut juara, Zohri lantas bersujud syukur di atas arena lari. Sedang komentator tak henti-hentinya menyebut nama Zohri melalui pengeras suara. Zohri, pemuda yang bukan siapa-siapa itu berhasil berada di Puncak dunia.
Kisahnya belum usai. Setelah berhasil merebut juara, berbagai pintu rezeki terbuka untuk Zohri. Kemenpora berjanji akan memberinya bonus sebesar Rp 250 juta sebagai apresiasi. Pemeritah juga akan memberikan rumah baru untuk Zohri. Tak habis sampai di situ, Zohri juga ditawarkan menjadi PNS oleh pemerintah. Dan yang lebih membahagiakan, Zohri dan keluarga juga mendapatkan hadiah umroh dari Yayasan Pesantren Ust Adi Hidayat.
Lantas apa yang bisa petik dari kisah Zohri? Sangat banyak. Tapi jika dikerucutkan, maka pelajaran hidup yang sangat penting dari Zohri adalah kerja keras dan mimpi yang besar. Orang-orang kecil seperti Zohri bukan apa-apa jika hidup tanpa kerja keras dan mimpi yang besar. Tanpa kedua hal tersebut, orang-orang seperti Zohri akan terlindas zaman dan hilang entah kemana.
Zohri mengetahuinya. Oleh sebab itu dia terus berjuang dan bekerja keras mewujudkan mimpi besarnya. Dan semesta tak menutup mata untuk Zohri. Semesta membantu Zohri mewujudkan mimpinya. Dan saat ini, Zohri terkenal keseluruh Indonesia bahkan dunia. Semoga dia tetap sederhana dan tak lupa bersyukur.

