
Ini tentu saja musibah yang sangat membuat hati kita duka. Karena suatu hari bisa saja di posisi kita ada di posisi para korban saat ini. Musibah selalu datang dengan kabar sedih. Tetapi kita tetap bertawakal dan berserah diri kepada-Nya.
Sejak kemarin berita tentang musibah ini terus bertebaran di berbagai media. Persebaran yang paling deras terjadi tentu saja di media sosial. Berita yang tersebar di sana nyaris 80% hoax. Kita belum cukup dewasa hingga masih gemar menebar hoax di saat musibah.

Saya cukup prihatin dengan ruang sosial kita yang makin hari makin keruh. Media sosial yang sebenarnya tempat untuk berbagi hal-hal positif kerap kali disalahgunakan. Selalu ada orang-orang jahil (dan juga malas mengecek kebenaran) membagikan hoax.
Terkait musibah Lion Air JT 610 ini misalnya. Segala pemberitaan tentang musibah ini bergulir tanpa bisa dicegah. Mengalir ke segala arah. Unggahan foto-foto palsu dan video amatir yang juga tak bisa dipertanggungjawabkan memenuhi beranda sosial.
Seharusnya hal tersebut tak boleh terjadi di tengah bencana. Jangankan saat bencana, saat dunia baik-baik saja pun hoax tak dibenarkan karena ia merusak suasana damai. Kita selalu mengedepankan sikap masa bodoh dan terus memproduksi hoax hari demi hari. Ini menyedihkan.

Saya selalu percaya bahwa tak ada gunanya menebar berita hoax. Kita tak akan keren dengan menjadi orang pertama membagikan berita palsu. Kita tak akan lebih baik berada di barisan orang-orang yang gemar berkomentar tetapi malas membaca. Kita hanya akan menjadi sampah dengan bersikap demikian. Percayalah!
Maka saran saya untuk teman-teman eSteemian semua, jangan pernah menjadi orang-orang yang menyebar berita hoax. Kalau pun pernah demikian, berhenti segera. Karena itu bukan vitamin. Itu adalah penyakit yang pelan-pelan membunuh sisi kemanusiaan kita. Semoga bermanfaat.