Assalamualaikum, Selamat Malam semua. Simpan dulu pikiran negatif Steemian sebelum meneruskan membaca coretan ini. Khususnya untuk kawan-kawan yang hidup di lingkaran para Tuan Steemian. Karena dalam tulisan ini saya mencoba untuk mencari tahu ciri-ciri Steemian peliharaan Si Tuan Steemian?. Boleh jadi itu teman dekat saya, atau siapa sajalah.
Atau boleh saja ini tidak ada. Itu hanya sebatas fantasi saya dalam menulis, yang berujung pada reka-reka permainan di Steemit. Juga sebaliknya, sangat mungkin ini adalah fakta yang tidak pernah muncul dalam tulisan, namun tetap tumbuh umpama kanker ganas di dalam badan. Walaupun berulang kali dikemoterapi, kanker tetap akan menjalar.
Steemit juga tidak ubahnya umpama sistem lain di dunia yang sudah lebih dulu ada, bahkan termasuk agama. Steemit juga memiliki kasta bagi setiap Steemian yang bergabung di dalamnya. Di setiap kasta mempunyai Tetua, dan Tetua itulah yang kemudian jadikan panutan oleh segenap Steemian peliharaan yang haus belaian dan kasih sayang Si Tuan Steemian.
Awali saja dengan anggapan bahwa salah satu Steemian peliharaan si Tuan Steemian itu, adalah saya.
Tapi karena sementara ini saya belum menjadi peliharaan Si Tuan Steemian, tentunya saya bebas membingkai judul tulisan sesuai kemauan hati nurani saya. Jika tidak demikian, mana mungkin saya berani menulis vulgar tentang celana dalam saya sendiri yang belum dicuci sudah berselang dua pekan. Itu sangat memalukan!.
Sebagai peliharaan Si Tuan Steemian, saya harus selalu memantau pergerakan isu di Steemit. Jika perlu, sewaktu-waktu saya akan berada di barisan depan untuk mendukung segala ide dan tindakan yang lahir dari kepala Tuan Steemian. Walau terkadang tindakan itu perlu dipertanyakan lagi kebenarannya. Tapi tak apalah, karena saya hanya peliharaan yang masih takut tidak diberi makan oleh Tuan Steemian.
Untuk mengidentifikasi saya sebagai peliharaan juga bisa dilihat di kelompok mana saya bergabung. Biasanya, selalu ada Tuan Steemian yang diangkat sebagai ketua genk yang berafiliasi ke setiap Kurator. Atau boleh jadi Kurator itulah yang teridentifikasi sebagai Si Tuan Steemian. Ini sebenarnya mudah terbaca, tapi jarang diakui oleh peliharaan karena tidak ada struktur baku dari lingkaran maya ini.
Mungkin juga melacak peliharaan dari aktifitas upvote yang diperoleh Steemian. Metode ini bisa dilihat dari angka persentase upvote yang diberikan dan seberapa sering upvote didapat. Bahkan terkadang untuk karya yang tidak pantas pun diapresiasi luar biasa tanpa memperhatikan kualitasnya. Ini sungguh sebuah kemunduran dari peradaban manusia.
Boleh juga ditrack peliharaan dari aktifitas reesteem. Biasanya untuk memuaskan birahi Si Tuan Steemian, peliharaan siap mereesteem karya Si Tuan dan segenap antek-anteknya demi menunjukkan eksistensi sebagai peliharaan yang masih ingin dipelihara. Dan seringnya saat mereesteem karya Tuannya, peliharaan mengabaikan kualitas suatu karya. Memang begitu resiko menjadi Steemian peliharaan seperti saya. Kasihan sekali.