PERISTIWA MALAM
Seperti malam yang sudah sudah
Kita masih menatap langit
Di pembaringan tua ini
Menatap lanskap setengah putaran bumi
Masih kudengar suara seperti air
yang memercik dari desahmu
Rembulan binar malam ini
Pendarnya memantul pada matamu
Kita tahu kita telah sangat cukup
untuk menghabiskan malam malam pualam seperti ini
Atau menuntaskan ingatan yang purna perlahan lahan
Tapi, memandangi langit
Adalah kecintaanmu saban waktu
"Kita adalah dua jarum jam
Yang telah kehabisan daya memahami takdir
Waktu begitu cepat
Sedang degup jantung kita
semakin melambat"
"Satu di antara kita nanti
pasti akan menatap langit ini sendirian
Mengais sisa kenangan
yang mulai buram"
Seperti malam yang sudah sudah
Di pembaringan tua ini
Desahmu terhenti
Rembulan masih binar
Pendarnya mencoba menyelinap
Pada tirai matamu
Yang telah mengatup
Dan tak akan pernah membuka kembali
Dalam mataku,
Kau tersenyum
Seperti dua jarum jam yang bertemu
Lantas diam tak bergerak lagi.
Lsm, 090119.
PDA.