MY EXPERIENCE, MY MOTIVATION
Popon
MT Burni Telong, ACEH
Sebuah perjalanan hidup memang tidak selamanya berjalan seperti yang kita harapkan,yang mungkin di hati berbisik indah namun fakta dan nyata kita terjatuh dan semua berbalik arah. Dalam goresan pena di atas kertas penulis mencoba untuk mengukir kata seindah munking karena pena inilah tempad untuk menuangkan air mata, yang mungkin kata-kata ini masih tebata-bata dan tidak layak di baca. Namun ini lah kisah nyata yang ingin penulis curhat bersama kawan semua yang membaca coretan “RATAPANKU”,
A journey of life is indeed not always go as we expected, that may be at heart whispers but real facts and we all fall and reverses direction. In scratch pen to paper the author tried to carve the Word as beautiful as munking because tempad is this pen to pour tears, perhaps these words still tebata-brick and not worthy of a read. But this is a true story that the author wanted to vent along with comrades all who read the stroke of "MY",
Hari Sumpah Pemuda
Sebelum masuk kedalam alur cerita biarkan penulis memperkenalkan diri terlebih dalahulu. Nama “Saifuddin” atau sering di panggil dengan sebutan “Popon”. Aktifitas sekarang kuliah di salah satu Universitas negeri ternama di wilayah Aceh yaitu Universitas Malikussaleh Lhoksemawe (UNIMAL) di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik studi Ilmu komunikasi.
Before entering into the storyline let authors introduce themselves first with the dalahulu. The name "Saifuddin" or often called as "Popon". Activities are now enrolled in one of the most famous public University in the region of Aceh Malikussaleh University Lhoksemawe (UNIMAL) in the Faculty of social and political studies communication science.
Aku Difabel
Perjalanan hidup yang menceritakan tentang kejadian atau teguran yang Allah berikan karena telah lalai dalam mengerjakan perintahnya, semasa SMP saya adalah salah seorang pemain bola di salah satu Sekolah Sepak Bola Di aceh dan SSB kami sudah beberapa kali mendapatkan juara piala Danone Cup dan mewakili aceh di Jakarta, namun sepatu,baju dan perlengkapan lain sekarang hanya menjadi sebuah kenangan yang indah tak jarang pula membuat air mata ini menetes ketika dengan beberapa hal-hal indah yang pernah saya lalui. Yang dulu saya mengunakan kostum pemain bola dan berlari di lapangan hijau tapi sekarang hanya berjalan lambat dan di bantu dengan sepasang tongkat untuk berjalan. Yang dulu saya bercita-cita mengunakan kostum garuda Indonesia tapi sekarang hanya bisa menatap mereka yang menggunakan kostum tersebut di layar televisi. Sebuah teguran yang Allah berikan kepada saya yang tidak pernah saya inginkan dan tidak seorang pun mengharapkan, tapi Allah telah mengkhendaki nya.
Life's journey which tells about the events or reprimand that God gave for negligent in doing his bidding, during JUNIOR HIGH SCHOOL I was a soccer player at one of the Schools football in aceh and SSB we've been several times get the UEFA Cup and representing Danone aceh in Jakarta, but the shoes, clothes and other supplies are now just beautiful memories become a not uncommon to also make this a tear drips when with some beautiful things I've ever gone through. Once I use the costume ball and the players ran across the field to the green but now just runs slow and help with a pair of sticks to walk. Once I wanted to use the costume of garuda Indonesia but now can only stare at those who use the costumes on television screens. A reprimand which God gave to me that I never wanted and no one expects it, but this is the will of ALLAH
Badmintoon
Kejadian ini terjadi ketika masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Menengah Atas (SMA) tanggal 25 Oktober 2009 Allah memberikan teguran kepada saya lewat sebuah kecelakaan dan mengakibatkan kaki yang sebelah kiri harus di amputasi, yang sempat membuat diri ini prustasi dan waktu itu rasanya lebih baik meninggal dari pada menerima cobaan yang seberat ini,sempat tidak mau sekolah,sempat tidak mau keluar rumah, dan juga sempat terbisik di hati. Apakah mereka masih mau berkawan dengan kondisi seperti ini ?
This incident happened when was in class 1 secondary school (HIGH SCHOOL) on October 25, 2009 God gave me through a rebuke to the accident and resulting in the left leg should be on amputation, which make these yourself prustasi and the time that it feels better to died from a severe ordeal on receiving this, didn't want to school, didn't want to get out of the House, and also had a terbisik at heart. If they still want to berkawan with a condition like this?
Berastagi, Sumatera
Hari demi hari silih berganti dan dengan banyak nya motivasi demi motivasi yang mereka berikan sehingga semangat ini bangkit kembali layaknya mereka yang masih sempurna sehingga semangat itu kembali demi mengejar semua mimpi-mimpi yang dulu nya sempat tertunda hanya karena kekurangan ini. Sekarang saya akan tetap semangat untuk mengejar cita-cita walaupun saya sadar otak ini tidak sehebat mereka,walaupun saya sadari langkah tidak secepat mereka, tapi saya mempunyai semangat tinggi yang mungkin mereka tidak punya itu, hingga suatu saat mereka berkata “DIALAH ANAK CACAT YANG SANGAT BERGUNA” .
Day after day and alternates with many of his motivation for the sake of motivation they give so that the spirit of this bounce back like they are still perfectly so that that spirit is back for the sake of chasing all those dreams that once its delayed just because this deficiency. Now I am going to keep the spirit to pursue ideals even though I am aware this is not as powerful as their brain, although I am aware of steps is not as fast as them, but I have a high spirit that maybe they don't have it, until one day they saying "HE was a VERY USEFUL a DISABLED CHILD".
Ketika semangat itu mulai datang kembali untuk menggapai segala prestasi, tapi sekarang cobaan itu datang kembali dan membuat semangat ini sempat runtuh seketika. Tidak pernah terbayangkan orang yang membimbing diri ini semenjak d kecil hingga dewasa tapi beliau kini telah pergi menghadap sangkuasa dan meninggalkan anak bungsunya yang tidak sempurna ini, apa yang bisa saya berikan untuk keluarga saya. Jangan kan emas dan permata, sebutir telur pun saya tidak sanggup untuk memberinya.Ia, beliau adalah Ayah saya yang menjadi tokoh utama dalam mengembalikan semangat ini akan tetapi setelah 3 tahun lebih kurang lama nya semangat ini kembali tapi beliau pergi dan takkan kembali lagi. Ayah pergi menghadap sang kuasa dan meninggalkan kami semua untuk selamanya sehingga semangat ini sempat kembali hilang.
When the spirit of it is starting to come back for reaching any achievement, but now the trials that come back and make this spirit had collapsed instantly. Never did the person guiding this self since d small to adults but he has now went to the sangkuasa and left her youngest child who is not perfect, what can I give to my family. Don't right gold and gems, grain eggs any time I am not able to give him. He was, he was my dad who becomes a main character in this spirit will return but after 3 years of more or less his old vigor is back but he went off and won't come back again. Dad went to the power and left us all forever so this spirit got lost again.
Semenjak ayah telah pergi semuanya mulai berubah, baik dari cerita di rumah maupun di kampus. Cerita demi cerita kini sangat lah berbeda, hanya bisa terpaku melihat mereka yang sedang bercerita tentang ayah, melihat mereka yang menggunakan kereta dari ayah nya, jujur sangatlah iri dengan melihat mereka yang bersemangat untuk bisa membanggakan ayah nya. Tapi saya hanya bisa mengulus dada , berbagai hal telah terlewati hari demi hari pun telah memberi bukti, langit biru menjadi saksi dari cerita hidup ini, bila Allah memberi hamba ini kesempatan untuk memilih, saya lebih memilih untuk mengulang waktu ke masa kanak-kanak , yang tiada permusuhan tiada persaingan dan tiada percintaan, hanya ada kesenangan dan kebahagian bersama kedua orang tua , tapi ini itu semua hanya lah sebuah hayalan karena ini adalah takdir dalam kehidupan, setiap insan pasti mempunyai masalah masing-masing dan dengan masalah tersebut lah kita belajar untuk berpikir dewasa dan dengan masalah tersebut lah kita di ajarkan untuk menjadi manusia yang sebenarnya.
Since Dad had left everything changed, both from at home and on campus. The story for the sake of the story is very different now, could only be glued to see those who are telling you about Daddy, look at those who use the train from his father, to be honest it is very envious by looking at those who are excited to be able to boast of his father. But I can only mengulus chest, various things have passed any day by day giving evidence, the blue sky is witness of this life, when God gave this servant the chance to choose, I prefer to repeat time after time childhood, that there was no animosity there is no competition and no romance, just no pleasure and happiness together with both parents, but is it all just a hayalan one because this is destiny in life, every employee must have a problem each of these issues and that we learn to think and with the issue that we teach to be an actual human.