Allah mengetahui bahwa Anda tidak menerima nasehat-nasehat yang hanya berupa teori, karena itu Allah merasakan pahit getirnya dunia kepada Anda, agar Anda mudah dan tidak keberatan untuk meninggalkannya.
Nasehat secara teoritis mungkin hanya diterima orang yang telah menyediakan hatinya untuk. Menerima nasehat itu, dan tidak tertarik dengan kecintaan dan kesenangan-kesenangan dunia yang bersifat semu dan penuh dengan tipuan. Tetapi bagi orang yang hatinya dipenuhi dengan kecintaan terhadap dunia dan kesenangan-kesenangannya, maka mutiara-mutiara nasehatpun tidak akan ada gunanya. Sehingga perlakuan cara keras dan pemaksaan dengan berbagai musibah dan bencana yang seharusnya dapat membuat sadar.
Bila manusia tertimpa musibah, ujian-ujian dari Allah, maka ia tidak senang dunia, lalau ingin mati, ingin berpisah dari dunia yang fana ini. Cobaan yang bisa diujikan Allah itu, berupa kemiskinan, penyakit, kelaparan, ketakutan, kehilangan harta, kematian dan lain-lainnya. Itu semua sebenarnya peringatan dan cara keras sebagai proses penyadaran agar manusia kembali kepada Allah.
Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam pernyataan Ibnu Athaillah terdahulu, bahwa ketika manusia tidak bisa sadar dengan sentuhan-sentuhan cara yang halus,, maka dia harus diseret dengan rantai-rantai cobaan untuk masuk ke syurga.