Baik. Selamat pagi. Selamat berjumpa lagi.
Setelah beberapa kali hilang dan kemudian kembali, dan lalu hilang lagi. Saya akhirnya mencoba menulis kembali. Sebenarnya saya tidak lari, hilang atau pergi. Hanya saja seiring waktu berlalu, saya menjadi kurang produktif dalam menulis atau membuat konten. Kemudian hal itu menjadi nyaman, menjadi sesuatu yang biasa saja ketika saya tinggalkan. Terkadang zona nyaman yang kita rasakan justru membuat kita tertinggal jauh.
Kali ini saya mencoba kembali ke zona tak nyaman ini. Mencoba menulis lagi, meskipun merasa berbeda ketika memulainya (lagi). Malam ini saya ingin membahas tentang Malam Puisi Aceh yang tempo hari dilaksanakan di Banda Aceh. Acara ini menjadi malamnya para pecinta puisi, sebab disitu kita bebas mengekspresikan pikiran atau perasaan kita ke dalam puisi.
Datang, dengar dan bacakan puisimu. Itulah moto acara malam itu. Pengunjung yang didominasi kaum muda ini menjadi begitu hangat ketika satu persatu dari mereka naik dan membacakan puisinya. Tak ketinggalan juga para penyair senior seperti Din Saja dan Mahdalena (Dekna) yang turut hadir dan ikut membaca puisi.
Kegiatan yang di selenggarakan tanggal 26 oktober kemarin sudah menjadi acara tahunan di Banda Aceh. rencananya, Malam Puisi Aceh akan diselenggarakan setiap sebulan sekali. Namun itu masih rencana. Kita belum bisa memastikannya.