Sore itu bertemankan mendung
Kau berdiri didepanku
Tersenyum lalu melompat riang
Berjalan membelakangi dan bersenandung pelan
Aku bahagia
Ya harusnya begitu
Namun entah mengapa terselip sedikit duka
Luka dalam penyirna rasa
Kau berbalik
Berhenti lalu tersenyum kecil
Sebuah suara yang selama ini menjadi nada kesukaanku keluar dari mulutmu
"Bisakah kau tulis sesuatu yang indah? Tentang perasaanku?"
Aku bergeming
Aku keliru
Suara itu nyata tak lagi mendebarkan
Tanpa berucap aku memutar langkah
Bergumam atas pertanyaan-pertanyaanmu yang mengiringi
"Bagaimana bisa, kau bahkan tak tahu betapa beku hati ini"