Hi Steemians!
Hi Guys!
Happy thursday everyone
Kamis begini pada ngapain? Meski masih sibuk di hari kerja begini, tapi bukan berarti gak punya waktu untuk baca tulisan ini ya.😉
Yap.. Pasti banyak yang bertanya-tanya dengan kata pertama yang terpampang di judul tulisan ini. KATRO, what is that? Ada yang tahu?
Krik..krik..krik..
Oke, let me explain it! So, KATRO merupakan singkatan dari "Kreativitas Anak Antropologi". Nama ini tercetus sejak 2014 silam. Tepatnya pasca mahasiswa antropologi berhasil memenangkan posisi kedua di perlombaan teater se-unimal dan juara 1 baca puisi di event hari pohon sedunia oleh HIMAPALA Unimal. Adapun kegiatan yang dilakukan di komunitas ini adalah kegiatan yang berkaitan dengan seni budaya. Nah, sudah dapat sedikit gambaran kan?
Sayangnya, komunitas yang berada di bawah Program Studi Antropologi, Universitas Malikussaleh, Aceh, ini masih belum diakui secara administratif. Padahal sudah cukup banyak prestasi dan pengalaman tampil yang dimiliki. Ya, tak ada yang salah. Hanya saja, setumpuk kesibukan para anggotanya yang membuat komunitas ini masih dibiarkan tak bertuan. Untunglah, sejak kepengurusan baru di himpunan mahasiswa antropologi alias LINGKA (Lingkaran Kerabat Antropologi) telah terbentuk dan dilantik. Maka, kabar bahagia mengenai pengukuhan KATRO sebagai komunitas yang berdiri dibawah LINGKA akan segera dideklarasikan.
Ada banyak cabang seni yang bernaung di dalam komunitas kece ini. Mulai dari tari tradisional, kontemporer, teater, puisi, hingga vokal. Kebetulan aku sendiri pernah terlibat di bagian tari tradisional, teater dan puisinya. Untuk tari, aku hanya ikut sebagai penampil di event-event kampus saja. Sedangkan perlombaan belum pernah. Biasanya diisi oleh mereka, adik-adik letingku. Lain dengan puisi dan teater, keduanya pernah memberiku pengalaman akan mendebarkannya suasana pertandingan. Walau kemenangan tak selalu berpihak. 😂 But, it's okay! Experience is more important than just a victory! Catat.😉
Baru-baru ini tim teater kami kembali mendapat undangan tampil di salah satu acara yang dilaksanakan oleh jurusan tetangga, Ilmu Politik. Karena waktu yang singkat, maka kami memutuskan untuk membawakan sebuah teatrikal puisi karya tokoh ternama Indonesia, WS. Rendra bertajut "Sajak Orang Lapar".
Penampilan kami kali ini juga tidak lepas dari support dan ilmu yang terus di share oleh guru kami kanda Mohammad Febriansyah. Senior sekaligus pionir terbentuknya tim teater dan puisi di antropologi unimal. Meski tak langsung terlibat dalam penggarapan kali ini, "Bg Eby" begitu sebutannya masih mau berbagi masukan dan ilmu di beberapa kali pertemuan kami saat latihan. So thankyou! Suhuyoo😂😉
Selain itu, pSelain itu, pada tiap performance tentunya akan ada perjuangan dan pengorbanan. Termasuk penampilan kali ini. Sebagian dari kami harus siap mengorbankan wajah dan tangan untuk dicat hitam agar menyerupai dan lebih mendalami peran yang kami miliki. For me, It's not problemoo😂 Malah menyenangkan!
Akhirnya, setelah melewati masa latihan yang cukup menguras tenaga dan fikiran. Tibalah hari dimana kami harus siap untuk menampilkan apa yang selama ini telah diperjuangkan di saat latihan. The day was coming! Yup! Tepat malam minggu lalu, 21 Oktober 2017. Dengan urutan penampil pertama pada sesi puncak setelah seremonial. Seluruh lampu ruangan Gor ACC Cunda, Lhokseumawe dipadamkan, kecuali lampu pentas yang dibiarkan menyala. Berselang, terdengar sebuah suara yang yang membacakan judul dan diikuti oleh gumaman lirih kami sebagai pertanda dimulainya pertunjukan malam itu.
Sontak, suara penonton terdengar riuh. Bagai obat pembangkit semangat, gemuruh itu turut menaikkan adrenalin dan semangat kami untuk tampil semaksimal mungkin. Ya, pasca pementasan itu banyak dari penonton mengaku terhibur dan bahkan ada yang mengatakan "merinding" ketika menonton penampilan kami. Alhamdulillah, we did it!
That's all not just hobbies, it's more than it! It's passion! Ya demikianlah aku pribadi memaknainya pun dengan mereka, rekan setim sekaligus sepemikiran. Pementasan ini bukan sekedar hobi yang dilakukan pada saat senggang atau di sela-sela waktu. Terbukti dari bagaimana kami mengorbankan hal lain demi penggarapan ini. Ada rindu yang hadir ketika waktu merenggut kesempatan untuk kembali tampil.
Ini bukan hanya teater dan puisi yang disampaikan sekedar cukup sebagai hiburan. But more than it! There is a soul that we want to tell you. Ada jiwa dan rasa yang ingin disuguhkan, disampaikan, dan disuarakan. Inilah yang menjadikan teater sebagai salah satu passionku. Sama seperti pergelaran seni lainnya. Mereka punya "ruh"nya masing-masing. Dan tinggal kita selaku penyampai menggunakan cara kita sendiri untuk meneruskan pesan ruh tersebut kepada mereka, para penikmat.
Ya, I proud to be part of this awesome team, KATRO.. I proud of our teamwork, our effort and our togetherness. Thanks a lot guys! Semoga kedepannya KATRO semakin berjaya dan tentunya sinar itu tidak berhenti hari ini. Melainkan akan terus cemerlang hingga generasi ke generasi. Amin.
Thanks steemians for your attention so that you are willing to read this article
See you on next project yak!😉😍