Hi hi anneyeong haseyo guys! Selamat malam dan ketemu lagi nih di laman tulisan tak seberapa namun ngangenin satu ini. π Semoga kabarnya masih baik-baik saja ya karena baru juga tadi pagi kusapa lewat tulisan sebelumnya. Jadi, biar kelabu semoga malam ini juga menjadi waktu yang pas untuk meneriakkan "Hello world here I am!" Wehehehe..
Tahu dong hal apa yang bakal aku bahas kali ini? Cluenya sudah ada kok di judul maupun baris sapaanku di atas. π Yup! Masih dengan aroma-aroma perkpopan dan seputar idol maupun fans. Namun kali ini aku akan berfokus pada salah seorang penggila kpop yang juga merupakan teman baikku.
Namanya Tiwai. Bukan nama lengkap maupun nama asli, ini sekedar panggilan akrab bagi kami teman dan kenalannya. Aku dan Tiwai dipertemukan di suatu event berbasis budaya yang dilaksanakan di Langkat beberapa waktu lalu. Kala itu, aku hadir sebagai delegasi prodi kampusku dan ia sebagai perwakilan dari jurusan di universitasnya. Kali pertama tak ada yang spesial dari perkenalan kami, hanya bercakap seadanya lalu sibuk dengan urusan masing-masing. Begitu pula dengan beberapa teman-teman lainnya. Namun, berselang kakraban mulai terbangun ketika salah satu diantara kami buka suara perihal korean showbiz.
Bagai petasan yang digantung beriringan. Sontak saja para kpopers saling unjuk diri dan sahut menyahut menanggapi bahan pembicaraan yang dirasa menarik perhatian itu. Dalam sekejap kami dipersatukan karena memiliki hobby yang sama. Begitu pula kisahku dan Tiwai yang sama-sama pecinta BTS. Salah satu boyband ternama asal negeri ginseng.
Sebagai sesama army (sebutan untuk fans BTS) banyak hal menyenangkan yang bisa kami bagi satu sama lain. Mulai dari berita terkini seputar bias (sebutan untuk idol yang digilai) hingga isu tak jelas yang bikin tersungut nyaris naik darah. π Ya begitulah nikmatnya punya teman yang searah minatnya. Meskipun ia army sejati dan diriku multifandom abadi. Tak apalah, yang penting punya rekan nyambung ketika ngocehin para oppa. π
Oke, back to the point that I want to tell you guys. Jadi ceritanya si Tiwai ini tuh mahasiswa semester tujuh Jurusan Sosiologi, FISIP USU. And you know.. Di semester ujung ini si doi sudah siap sedia dengan senjata pamungkas untuk menghadapi momok bernama "skripsi." Yap! Tanpa ragu, segan, apalagi bimbang, gadis bertubuh kecil ini memilih BTS dan army sebagai pembahasan tugas akhir.
Aih mak! pertama kali dengar kabar ini aku nyaris tak percaya. Kirain wabah perkpopan ini tak sampai meracuni kepala anak ini untuk menyelesaikan skripsinya. Ternyata salah. Tiwai memanfaatkannya sebagai moment yang pas untuk mewujudkan apa yang disebut dengan "skripsi nyambil hobby." And finally, aku cenat-cenut plus gemas ketika ngintipin instastory atau whatsapp miliknya yang berisi tentang keseruannya nugas sambil have fun bersama para pecinta BTS se-Kota Medan.
Akan tetapi, isu yang diangkat Tiwai dalam skripsinya lantas bukan sekedar mengulik what is BTS or army. Lebih dari itu, mengacu pada disiplin ilmu yang digelutinya. Ia lebih berfokus pada army yang ada di Kota Medan. Bagaimana mereka menunjukkan identitasnya dan mengisi keseharian sebagai komunitas pecinta BTS. Lebih jauh, ia juga meneliti tentang mengapa para fans ini mendapatkan kesenangan dengan menjadi seorang pengagum biasnya. Well.. menurutku pilihannya ini cukup tepat dan lagi-lagi aku gereget ingin bilang, "how lucky you are sist!"
Siapa yang tidak ngiri ketika melihat suasana ruang seminar yang harusnya tegang malah jadi riuh dan seru. Apalagi kegaduhan tersebut bersumber dari diputarnya MV (Movie Video) dari lagu yang selama ini sering didengar. Yak! Di tengah-tengah proses seminar, Tiwai juga memutarkan salah satu videoklip BTS sebagai bahan proposalnya! Bahkan para hadirin termasuk dosen pembimbing dan penguji terlihat santai menikmati. Tak jarang sesekali ikut tersenyum ketika MV diputar. Wah, ini mah seminar yang diidamkan para kpopers tentunya. Termasuk aku. ππ
Biar hanya mendengar ceritanya via chattingan atau voice note. Euforia yang dihadirkan ketika ujian seminar yang berlangsung beberapa hari lalu itu seolah turut aku rasakan. Bahkan aku tak kalah girang ketika melihat video yang ia share dan muncul di timelineku yang mempertontonkan bagaimana serunya situasi ruang sidang. That was really amazing! Alhamdulillah, I guess the result will be excelent! ππ
Fiuh begitulah sedikit kisah Tiwai yang ingin kubagi dengan kalian para steemians. Seorang teman yang baru sekali kutemui namun memiliki kedekatan emosional yang cukup baik. Ya, semua berawal dari kegemaran yang sejalan. Saling berkisah dan berbagi atas nama idola yang dikagumi. Setidaknya ini adalah satu contoh dari bagaimana memaknai apa yang disukai menjadi sesuatu yang positif.
Wah, sudah di penutup saja nih. Last but not least, for your attention I wanna say kamsahamnida guys! Terima kasih sudah setia membaca kisah ini hingga akhir dan akan lebih bersyukur jika sudi dikoreksi. Heheheh Especially, buat non Tiwai yang berkenan membagikan pengalamannya untuk kutuliskan lengkap dengan sederet foto yang secara ikhlas dipinjamkan untuk kupampang di laman ini. Thanks a lot for your support and congrats for your "sempro" sist!
Satu kalimat terakhir, doakan aku segera nyusul!
#otwseminar