Suasana mendung menyelimuti kota ini, matahari seperti malas memberi cahaya, angin enggan mengipas dedaunan, bumi kembali gersang karena hujan sudah lama tidak turun, kicauan burung masih terdengar diatas pohon mangga di depan rumah, burung gereja hinggap di dalam daun pohon mangga yang rindang itu, suasana makin riuh dengan kicauan burung.
Tidak jauh dari tempat duduk mendengar suara ayam jago, akan ini dia memanggil teman atau memang memberi isyarat tentang pasangnya air laut, aku duduk santai memperhatikan lelaki yang sedang memperbaiki mesin mobil.
Sekali-kali mata ku tertuju ke pohon-pohon yang ada disekiling rumah, mengharap pada angin untuk sedikit memberikan kesejukan di hari yang panas ini, panas memang cuacanya walau matahari tidak begitu tarik.
Merpatipun terun dari atap rumah dan bermain dibawah pohon mangga, sekali-kali mulutnya mematok tanah, entah apa yang sedang dia cicipi, akupun tidak paham.