Setelah meetup beberapa waktu lalu, nama Steemit semakin terkenal saja. Dari kampus hingga warung kopi, dari toko buku hingga seminar pun tak jarang ada orang nyelutuk tentang Steemit
Blogger pun demikian. Eh tapi blogger yang tergabung di Gam Inong Blogger taunya beberapa saat sebelum meetup dink :D
Migrasinya para blogger ke Steemit bisa dikatakan cukup fenomenal *halah. Layaknya burung Flaminggo yang bermigrasi pada musim panas, di awal tahun ini blogger pun berbondong-bondong membuat akun Steemit.
Migrasi, lalu adaptasi
Walaupun terbilang cukup familiar dengan dunia kepenulisan, begitu bergabung si Steemit, blogger tetap aja kebingungan.
Tidak bermaksud mengatakan bahwa menulis di steemit itu lebih mudah daripada ngeblog, tapi faktanya memang terkesan seperti itu. Saya sendiri memilih-milih tulisan yang biasanya panjang beratus-ratus kata sebelum dipublikasi di blog. Bahkan tak jarang tulisan-tulisan itu hanya nangkring di folder draft. Steemit ? Selang beberapa waktu bergabung di sini, saya malah lebih senang menulis hal-hal ringan, santai, dan ditulis ketika ada waktu luang setelah hari nan panjang.
Mungkin seperti kata si teman,
Kita mulai membaca postingan di steemit itu malam hari, setelah selesai dengan urusan pekerjaan. Pastilah bacaan yang dibaca bergenre ringan -ringan saja. Sudah lelah kepala seharian
Mungkin.
Manager Keuangan Steemit
Setiap ada tawaran tulisan dari perusahan misalnya, biasanya blogger ditawari nominal tertentu. Nominal ini pun tergantung banyak hal. Terkadang malah tanpa bisa menawar lagi nominalnya, jika menerima pekerjaan itu, maka segitulah yang kita terima. Ketika pekerjaan selesai, selang beberapa waktu nominal yang dijanjikan diawal akan nangkring dengan cantiknya di rekening kita. Well, walaupun kadang gak secantik itu juga :D
Di Steemit, kamipun mulai kebingungan. Rewardnya dimana, apa itu Steem, Sbd, lah kenapa di wallte tiba-tiba ada redeem, estimated account value itu apa lagi, dan masih banyak lainnya.
Malam ini, grup blogger masih tetap ramai dengan bahasan steemit, dan masih tetap bingung dengan reward nya. Salah satunya adalah ketika seorang stemian menanyakan tentang penukaran Sbd ke Steem.
Wait, kenapa menyimpan steem daripada sbd ? Yuklah baca-baca lagi kita :D
Kembali ke cara menukarnya. Ada dua cara yang bisa dilakukan..tapi saya hanya akan menjelaskan cara paling aman dan nyaman dan terpercaya *tsahh.
Cobalah masuk ke laman www.steemit.com/market , kemudian perhatikan informasi yang ada di sana
Pada gambar di atas terlihat angka penawaran terakhir pada harga steem. Biasanya, pada halaman ini akan muncul nilai terakhir secara otomatis. Tapi jika mengerti pergerakan harga steem, silakan ngebid dengan nilai yang paling mungkin terjadi. Jangan lupa masukkan total sbd yang akan dijual untuk membeli steem.
Misalnya, dengan price 1.05 sbd / steem, saya ingin menukarkan total 10 sbd. Maka pada kolom amount, akan muncul total steem yang bisa dibeli dengan bilangan tersebut sebelumnya.
Hal terakhir yang harus dilakukan, adalah mengklik Buy Steem .
Dan blogger pun gembira jika rewardnya sudah masuk ke wallet nya ( dalam bentuk steem) :D
Migrasinya para blogger ke steemit bukanlah hal yang aneh. Dulu ketika semua masih di Multiply dan belakangan platformnya tutup, mau gak mau kita harus beradaptasi dengan blogspot / wordpress / tumbler, ataupun paltform blog lainnya.
Kenapa bela-belain beradaptasi lagi ? Karena menulis itu menyenangkan. Dan steemit membawa kegembiraan lainnya. Tulisan yang biasanya tampil di halaman blog secara cuma-cuma, mendapatkan penghargaan yang walau tak seberapa, tapi tentu bermakna.
Dear blogger, eh Stemian, yuk nulis :)