Kita dicintai...
Kita mencintai..
Tapi jangan pernah berharap, karena semua harapan digantung padaNya..
Kita disayangi..
Kita menyayangi...
Tapi jangan berlebihan karena kita milikNya dan akan diarahkan sesuai keinginanNya dan akan dituntut untuk kembali.
Kita dihormati..
Kita menghormati
Tapi jangan gila penghormatan karena ketika kita minta dihormati, sama saja ingin dihina..
Kita dikritisi
Kita mengkritisi...
Tapi jangan sampai menelanjangi, hari ini hari dia, besok hari kita.
Kita dinasehati
Kita menasehati
Tapi yang perlu sekali dinasehati pola pikir dan arah bicara dan isi hati kita
Kita dimarahi
Kita memarahi
Tapi ingat kadar dan batasan yang harus dijaga sebagaimana kita tidak ingin tersakiti.
Kita membunuh...
Kita dibunuh...
Karena hukum alam dan hukum Allah akan terus saling tarik menarik mewarisi...
Karena kita hidup atas nama cintaNya kepada kita, sehingga yang mengalir dari kita juga atas nama cinta kita kepadaNya.
Lihatlah angin, yang sepoi-sepoi menari berliuk-liuk kesama kemari, semua menanti sesuai perintahNya, bukan ikut rentak hawa dan egonya sendiri.
Lihatlah gunung, yang berdiri berjejer dengan gagah seakan tidak akan retak dan luluh lantak tapi dalam sekejap bisa berubah karena mendengar perintahNya.
Kamu tidak abadi dan kamu harus tahu kemana cinta harus berlabuh wahai diri...
Terserah engkau membagikan cintamu untuk semua orang tapi jangan pernah kamu membuat Dia cemburu.
Setiap desahan nafas dan tarikannya adalah titipan Yang Maha Agung. Ketika Dia berkata: "kun fa yakun"(jadilah maka akan menjadilah).
Sudah kamu ukurkah kadar cintamu kepadaNya, sebagaimana engkau mensifati cintamu pada ciptaanNya?
Tidak bisa diukur, tapi berbuatlah atas dasar cinta, menarilah atas dasar cinta, langitkan doamu atas dasar cinta. Hingga cinta bermuara padaNya.