Tak pernah bosan melihat lautan.
Yang menjadi teduh dikala siang, yang memberi tentram di kehidupan malam.
Tak pernah bosan memandangi lautan.
Yang mewartakan kemegahan dan menyimpan begitu banyak harapan.
Lautan seperti ayah yang menyambutmu di saat lelah.
Lautan seperti ibu yang menentramkanmu dan terbitkan rindu.
Laut adalah kejatian, yang memberi janji dalam penyatuan.
Laut adalah diri, yang memberi makna dan harmoni.
Tuhan.
Andai boleh memilih antara menjadi manusia atau menjadi lautan, tentu aku akan memilih riak yang kedua, yang menyatukan antara kecamuk dan rasa tentram. Yang menyerap semua dendam. Dan menawarkan dekapan yang begitu dalam.
Ah. Lautan.
Selalu hadir menjadi kerinduan...
Pulau Banyak 06 Juni 2018