Hari ini aku dilahirkan, 38 tahun silam. Di sebuah kampung tidak bertuan. Jauh dari keramaian Kota Juang. Nama kampungku, Blang Keutumba, di Kecamatan Juli, Bireuen. Waktu aku kecil dulu, bermain dalam kabut, menyalakan suwa, sebab listrik belum pun ada menerangi kampung kami. Hanya panyot seurungkeng, yang menerangi malam gulita.
Kini kampungku telah maju. Dan aku pun telah terbang jauh, melampui impianku dulu, yang hanya ingin jadi peternak sapi dan petani, mengikuti jejak orangtuaku. Sehingga melihat diriku kini, sangat jauh diluar ekspektasi.
Barulah menjelang lulus SMA 1 Bireuen, impian menjadi dokter menggebu dan menderu. Motivasi tinggi dari Cek Don, sosok “mentor inspiratif” mendorongku memantapkan keyakinan, bahwa anak kampung pun bisa meraih impian setinggi bintang.
Bersama , sahabat dekat sedari dulu, saling memotivasi untuk menerabas segala tantangan, mengobarkan api perjuangan. Akhirnya, aku lulus sebagai dokter dari kampus Syiah Kuala, setelah lolos dari kepungan tsunami.
Mengabdi sebagai dokter di Bener Meriah, lalu dapat berkah kuliah di Palembang. Setelah 5 tahun tanpa henti berkutat dengan pasien dan buku, akhirnya April 2016, aku diwisuda sebagai dokter spesialis penyakit dalam. Alhamdulillah, syukur kepada Allah. Sebuah pencapaian yang cukup tinggi, bila membayangkan masa kecilku dulu di kampung antah barantah.
Dan sekarang, aku di sini bersama Anda, di steemit Indonesia. Untuk saling berbagi cerita.
Galeri Foto