Kemarin (18/06/18) saat kami dalam perjalanan menuju Pantan Terong, Takengon, tak sengaja kami melihat pelangi yang melengkung tepat seukuran lebar Danau Laut Tawar. Sebuah pelangi yang sangat unik dan langka, sebab biasanya sulit sekali kita menemukan kedua kaki pelangi.
Yang ini begitu jelas. Dan bila kita mau, bisa saja menuju ke sana, ke ujung pelangi, mana tahu kita beruntung menemukan pot berisi emas peninggalan bangsa Viking.
Begitu melihat keindahan pelangi ini, kami segera turun dari mobil dan mengabadikannya dalam bidikan kamera. Keindahan pelangi memang memberikan berbagai inspirasi. Begitu banyak puisi, novel, film, lukisan dan karya-karya kreatif lainnya yang inspirasinya berasal dari pelangi.
Maka tidak heran, apabila pelangi indah tampak melengkung di langit, pandangan semua orang akan tertuju padanya, menikmatinya secara takjub, bahkan mengambil sejumlah foto seperti yang kami lakukan.
Setelah mengambil beberapa foto dengan sudut yang pas, lalu kami meneruskan perjalanan ke Pantan Terong, dengan harapan di atas sana kami dapat melihat pelangi secara lebih jelas dan sempurna.
Tetapi anggapan kami salah, sesampai di atas sana, pelangi tidak kelihatan lagi. Barangkali sudut pandangannya yang kurang tepat, atau karena rinai hujan memang sudah mereda.
Pun begitu, kami sangat beruntung bisa menyaksikan langsung sebuah pelangi yang melengkung di Danaun Laut Tawar, walaupun tidak melihat bidadari yang sedang mandi, dan bahkan tidak menemukan pot harta karun yang dijaga para kurcaci. Sebab kami tidak percaya mitos yang melegenda tersebut.
Posted from my blog with SteemPress : http://pulotravels.com/di-bawah-lengkungan-pelangi/