Selembar foto Bung Karno, Ibu Fatmawati dan putra-putrinya tersemat pada sebuah bingkai kaca di rumah pengasingan Sang Proklamator di Bengkulu. Foto tersebut tampak kusam dan kuno. Tetapi senyuman Ibu Fatmawati dan keceriaan anak-anaknya membuat foto tersebut hidup, sangat hidup sampai kini. Saya kagum dan haru memandang foto tersebut. Sungguh!
Di bawah foto tersebut dituliskan kata-kata Bung Karno “Saya mencintai keluargaku, tapi saya lebih mencintai negeriku. Bila saya harus memilih, saya pilih kepentingan negeriku!
Saya dan keluarga sangat senang akhirnya dapat mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno. Saya dapat merasakan bagaimana perihnya beliau saat diasingkan disana. Seorang proklamator. Seorang pejuang kemerdekaan negara kita, yang kita nikmati sampai sekarang.
Dan beberapa hari lagi kita akan memperingati Dirgahayu Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ke-72 yang sangat kita cintai ini. Saya sangat amat terkenang jasa-jasa beliau.
Kami memasuki rumah semipermanen bergaya kolonial ini dengan haru dan penuh kekaguman. Aura kebesaran Soekarno seolah terpancar dari setiap bagian rumah tersebut. Saat memasuki ruangan utama, yang kami jumpai pertama kali adalah buku-buku bacaan beliau di dalam lemari kaca. Betapa kayanya ilmu pengetahuan beliau.
Tampak beberapa foto disematkan di dinding. Sebuah kursi jati tamu. Menuju ke ruang tengah, kami melihat sepeda yang beliau gunakan.
Masuk ke dalam kamar beliau. Kami bergetar. Aura kebesaran dan keagungan beliau sungguh terasa. Kami melihat tempat tidur Bung Karno dan Ibu Inggit Garnasih. Dua buah bantal kapuk dan kasur kapuk dengan seprai warna putih ditempatkan sempurna pada sebuah ranjang besi.
Pada dinding sebelah kanan. Mata saya tertuju pada sebuah foto yang dibingkai, berisi surat-surat cinta Soekarno kepada Ibu Fatmawati. Melihat surat-surat itu, saya dapat membayangkan betapa romantisnya Bung Karno.
Keromantisan beliau semakin sempurna, tatkala beliau lebih mementingkan kepentingan negeri ketimbang keluarganya. Beliau sangat luar biasa, bukan?
Stemian Indonesia dimanapun Anda berada, semoga kita dapat mengenang jasa-jasa beliau. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan sebaik-sebaiknya untuk Indonesia yang lebih baik.