Diabetes mellitus (DM) telah menjadi penyakit metabolik yang paling banyak ditemui di dunia. Jumlah penderitanya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Selama saya berpraktik sebagai dokter, saya mendapati banyak pasien DM. Ketika bertugas di poliklinik penyakit dalam, penderita DM mendominasi pasien yang berobat. Mereka umumnya datang untuk kontrol, tapi tak jarang pula saya mendapati pasien-pasien baru yang sebelumnya ia tidak tahu menderita DM.
Sebagai dokter spesialis penyakit dalam, saya sudah berpengalaman untuk mendiagnosis diabetes mellitus. Terkadang hanya dengan melihat wajah dan perawakan pasien, saya sudah bisa menduga bahwa ia menderita DM. Demikian pula, dengan penyakit-penyakit lainnya. Namun demikian, kecurigaan awal ini, tetap harus dilakukan wawancara dan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya untuk menegakkan diagnosis suatu penyakit.
Seseorang dicurigai menyandang DM apabila ditemukan sejumlah “keluhan klasik”, yaitu: sering buang air kecil, banyak minum, mudah lapar, dan adanya penurunan berat badan tanpa sebab. Beda halnya bila berat badan menurun pada orang yang sedang melakukan diet.
Selain keluhan klasik tersebut, dapat juga dijumpai keluhan lainnya seperti kesemutan, lemah, mata kabur, gatal-gatal, luka sukar sembuh, disfungsi ereksi pada pria, dan timbul rasa gatal di sekitar kemaluan pada wanita.
Nah, dengan adanya gejala tersebut maka akan dilanjutkan untuk pemeriksaan gula darah. Seseorang akan dikatakan menderita diabetes apabila ditemukan kadar gula darah yang tinggi. Yaitu kadar gula darah puasa (tidak ada asupan kalori selama minimal 8 jam) >= 126 mg/dl atau kadar glukosa darah sewaktu >= 200 mg/dl disertai dengan keluhan klasik DM. “Sewaktu” disini maksudnya, pemeriksaan yang dilakukan kapan saja, tanpa harus puasa terlebih dahulu.
Demikian sahabat steemian, cara mudah menegakkan seseorang menderita DM. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi kita semua.
SARAN: Lakukanlah pemeriksaan kadar gula darah secara berkala, minimal 6 bulan sekali. Sebab akhir-akhir ini, banyak pasien datang tanpa mempunyai keluhan klasik yang lengkap, tetapi saat diperiksa kadar gulanya sangat tinggi.