Selamat malam sahabat steemian. Malam ini saya melanjutkan kembali serial PuloHealth. Kali ini, saya membahas tentang hipertensi, khususnya tentang strategi pencegahannya.
Sebagaimana kita ketahui bahwa hipertensi atau darah tinggi merupakan salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia dalam bidang kesehatan. Hasil riset kesehatan dasar pada tahun 2013 menunjukkan bahwa prevelansi hipertensi sebesar 25,8%.
Ini bukanlah jumlah yang sedikit, apalagi sebagian masyarakat punya kebiasaan enggan berobat bila tidak ada keluhan, seperti pusing atau sakit kepala. Padahal, apabila dicegah secara dini, hipertensi dapat dikontrol dengan baik.
Sebab, bila tidak terkontrol, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi kardiovaskuler yang cukup berbahaya, seperti serangan jantung, gagal ginjal, dan stroke.
Dalam praktek sehari-hari, saya sangat sering menghadapi pasien dengan hipertensi. Tidak mudah memang mengedukasi pasien hipertensi. Karena mereka akan menggunakan obat terus-menerus untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol dalam batas normal.
Baiklah sahabat steemian, dalam postingan kali ini saya akan membahas mengenai pencegahan hipertensi, khususnya ditujukan kepada orang-orang yang rawan terkena hipertensi.
Pencegahannya lebih dititikberatkan pada perubahan gaya hidup. Di antaranya:
- Menjaga berat badan ideal atau indeks massa tubuh 18,5-22,9 kg/m2
- Makan makanan rendah lemak, buah-buahan dan sayuran
- Tidak merokok
- Olahraga teratur, minimal 30 menit sehari. Olah raga yang baik adalah aerobic, seperti jogging, bersepeda atau berenang.
- Mengurangi konsumsi garam, hindari makanan-makanan yang terlalu asin. Konsumsi garam idealnya tidak lebih 6 g per hari.
- Tidak boleh banyak pikiran, sebab stress jangka panjang dapat mencetus terjadinya darah tinggi.
Demikianlah sahabat steemian, beberapa strategi pencegahan hipertensi. Pencegahan model seperti ini ditujukan kepada penderita yang belum terkena hipertensi, yang disebut Pencegahan Primer.
Sementara Pencegahan Sekunder ditujukan kepada orang yang sudah terkena hipertensi, supaya organ lain seperti jantung, tetap aman. Ada juga Pencegahan Tersier, yang ditujukan kepada pasien yang telah terkena organnya, seperti stroke atau serangan jantung.[rp]