Selamat malam sahabat steemian. Pada edisi PuloTravels kali ini, saya akan ceritakan perjalanan kami ke Lampung, pada 31 Desember 2015 - 2 Januari 2016 silam.
Perjalanan kami tempuh dari Palembang, melalui jalan lintas Sumatra. Dari kota Palembang, kami menuju Indralaya. Sampai di sana, kami belok kiri menuju arah Lampung. Ini adalah perjalanan pertama ke Lampung via darat.
Sebelumnya saya pernah ke Bandar Lampung saat bekerja pada American Red Cross, pada tahun 2007 silam. Selain Bandar Lampung, saat itu saya juga mengunjungi Kota Metro dan Kabupaten Tulang Bawang.
Kali ini, saya ke Lampung bersama istri dan kedua anak saya, untuk menikmati suasana tahun baru di provinsi paling ujung Pulau Sumatra ini. Perjalanan berjalan lancar walaupun baru pertama kali saya menjajal jalur ini. Setelah melewati sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan dan di Provinsi Lampung, akhirnya kami tiba di kota Bandar Lampung. Itu pun setelah lepas dari jebakan macet di kawasan Lampung Tengah.
Di kawasan Lampung Tengah, kami diarahkan oleh pihak berwajib untuk melewati jalur alternatif, karena macet parah kendaraan yang hendak ke kota Bandar Lampung. Jalur alternatif ini cukup buruk, berlubang dan sempit, sempat pula beberapa kali Honda Jazz yang kami kendarai kandas.
Setelah sekian lama berjibaku dengan jalanan berlubang, akhirnya kami sampai pada jalan aspal mulus tak berkalang. Laju mobil pun semakin lempang menuju Lampung.
Menjelang tengah malam kami pun tiba di kota Bandar Lampung. Suasana kota begitu ramai, terdengar suara letusan kembang api di mana-mana. Percikan cahaya di langit membuat malam tahun baru kian semarak.
Kami “merayap” di jalanan tengah kota, sembari menikmati keceriaan warga menyambut tahun baru 2016.
Puas jalan-jalan, kami pun menuju hotel Horison untuk check in. Berisirahat. Sebab esok harinya, kami akan berkunjung ke Kalianda.
Kalianda dan Grand Elty Keakatoa Resort
Grand Elty Krakatoa resort terletak di Jalan Trans Sumatera KM 45, Merak Belantung, Kalianda, Lampung Selatan. Kami menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari Bandar Lampung untuk sampai di Resort yang dikelola perusahaan keluarga Bakrie ini.
Resort ini memiliki pantai dengan pasir putih, yang bersih membentang. Lautnya juga tenang karena ombaknya tidak terlalu besar.
Di resort ini terdapat hotel dan villa mewah, sayangnya seluruh kamar penuh saat kami coba booking beberapa hari sebelumnya. Sehingga kami memilih nginap di Bandar Lampung, tapi tetap akan berkunjung ke sini untuk menuntaskan rasa penasaran.
Kawasan ini disulap seolah-olah kita sedang berada di sebuah pulau yang hilang. Betapa tidak, lingkungan cukup sunyi tapi asri, dengan sepoi angin dingin yang berhembus di arah teluk. Betul-betul sebuah tempat yang sangat ideal bila kita hendak menghilangkan kepenatan, dan jauh dari keramaian.
Bila ingin bersenang-senang, kita dapat juga menaiki banana boat yang akan membawa kita jauh ke tengah teluk. Pemandangan pegunungan, laut dan pantainya sangat menakjubkan.
Jujur, suatu hari nanti saya ingin kembali lagi ke resort ini, memesan kamar jauh-jauh hari jangan sampai tidak kebagian lagi.