Begitu melihat Bangi Kopi, pikiran saya langsung melayang ke Palembang. Saya teringat warung kopi ini, yang sama dengan nama salah seorang teman saya, Arbangi. Ia sering dipanggil Bangi saja. Waktu itu, pada sebuah malam di awal 2015, saya dan sahabat saya, Syah Mahdi melewati kawasan Kambang Iwak, terlihatlah oleh saya kedai kopi ini. Saya lantas becanda, ‘waah Arbangi sudah punya kedai kopi..’ he he
Padahal saya tahu pasti Bangi Kopitiam salah satu franchise yang cukup terkenal di Indonesia. Kehadiran kedai kopi di Palembang sangat membahagiakan saya sebagai orang Aceh. Sebab, antara tahun 2010 hingga 2013, tidak ada satu kedai kopi pun di Bumi Sriwijaya yang layak dijadikan tempat nongkrong sambil diskusi.
Suasana malam terasa sangat sepi tanpa warung kopi. Barulah pada kisaran tahun 2014-2015 mulai bermunculan kedai kopi modern di kota pempek ini. Dan suasana malam pun kian hidup sehingga menghilangkan kesan seram kota Palembang yang dulunya dikenal banyak panjahatnya.
Kalau biasanya, pada kisaran jam 21.00 WIB kita harus sudah pulang ke rumah, kahadiran kedai kopi di beberapa ruas jalan kota Palembang, menjadikan jam keluar malam lebih lama. Bisa sampai pukul 12 malam. Saya pun beberapa kali pernah ngopi di Bangi Kopitiam Palembang, yang merupakan franchise yang ke-49 ini.
Nah, sahabat steemian, pagi ini saat hendak berangkat dari Bandung ke Medan, saya melihat Bangi Kopi di Bandara Husein Sastranegara. Saya tidak sanggup menahan diri untuk tidak singgah di kedai kopi yang bangunannya sangat minimalis, hanya terdiri dari kerangka-kerangka saja, tetapi dipermak unik dan ciamik.
Saya pun memesan segelas kopi. Lalu menikmatinya sambil menunggu panggilan untuk boarding pesawat citilink.
Cita rasa kopinya memang biasa-biasa saja, tetapi kenangan bertahun silamlah yang membuat kopi ini terasa nikmat.
Note: Saya pernah tinggal di Palembang pada 2010-2016, untuk menjalani pendidikan spesialis di Universitas Sriwajaya. Sehingga kota Wong Kito ini, sudah seperti kampung saya sendiri. Wajarlah banyak kenangan yang tersimpan di sana, mulai dari tepian Sungai Musi hingga Talang Betutu.