Warren Buffet: “Someone is sitting in the shade today because someone planted a tree a long time ago.”
Begitulah petuah bapak imvestor dunia, Warren Buffet, yang kira-kira mengandung arti begini: “Seseorang duduk di tempat teduh saat ini karena dia menanam pohon sejak lama."
Dalam berbagai bidang kehidupan, pekerjaan, profesi, investasi, termasuk di steemit, kita tidak dapat meraih sukses semudah membalikkan telapak tangan. Sangat banyak pengorbanan yang harus dilakukan, baik tenaga, waktu, materi, keringat dan airmata.
Saya ambil contoh, bagaimana perjuangan seseorang menjadi dokter spesialis. Sebagai sampel, saya ceritakan pengalaman pribadi saya.
Perjuangan dimulai saat mengikuti UMPTN (ujian masuk perguruan tinggi negeri) pada tahun 1998. Saya memilih jurusan kedokteran umum Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, menyisihkan ribuan peserta supaya lulus bersama 113 orang lainnya.
Setelah lulus, saya mengikuti perkuliahan selama 5 tahun. Kemudian melanjutkan coas selama 2,5 tahun, mengikuti ratusan ujian tulis, praktik dan lisan, akhirnya saya diwisuda sebagai dokter umum, itupun setelah lolos dari hentakan gempa dan kepungan tsunami. Selama 7,5 tahun perjuangan tersebut, tentu Anda sudah dapat membayangkan bagaimana beratnya perjuangan meraih cita-cita.
Setelah menjadi dokter umum, saya bekerja pada beberapa NGO, kemudian menjadi PNS, menikah, dan punya anak.
Setelah 3 tahun bekerja sebagai dokter umum, saya pun berniat melanjutkan pendidikan spesialis. Perjuangan dimulai, dengan menabung sebanyak-banyaknya. Lalu, menentukan jurusan dan universitas apa yang saya tuju. Saya pun memilih Ilmu Penyakit Dalam di Universitas Sriwijaya Palembang.
Langkah berikutnya, mempersiapkan berkas, mencari rekomendasi dari berbagai pihak. Sampai akhirnya berkas pendaftaran dinyatakan lulus administrasi. Kemudian saya mengikuti berbagai tes dan wawancara, akhirnya saya diterima bersama 9 orang lainnya, dari 25 peserta ujian.
Pada Juni 2011, saya memulai pendidikan di Palembang, sebuah daerah yang benar-benar baru bagi saya, beda budaya, beda makanan, beda suasana, ini pun menjadi tantangan tersendiri. Belum lagi, saya harus meninggalkan keluarga di Aceh, pada saat anak pertama saya berusia 1 tahun.
Enam bulan pertama pendidikan spesialis, sungguh sangatlah berat. Di situ kita diuji ketahanan mental, fisik, dan finansial. Inilah masa-masa krusial dalam menempuh pendidikan spesialis. Bila lolos dari pertarungan 6 bulan ini, langkah berikutnya akan mulai mulus, dan semakin mulus, saat makin ke atas. Pada tahap ini, banyak peserta yang gagal, bahkan ada pula yang mengundurkan diri.
Pendidikan spesialis sangat jauh berbeda dengan kuliah S1 atau S2. Kami tidak duduk mendengarkan kuliah di dalam kelas. Tetapi kami melakukan praktik dan bimbingan sepanjang tahun di Rumah Sakit. Merawat pasien, jaga malam, membuat morning report, melaporkannya kepada konsulen (dosen), lalu dievaluasi. Dalam proses ini, banyak hal off the record, yang kami alami sebagai bumbu-bumbu pendidikan, yang kadangkala tidak make sense bila saya ceritakan pada orang awam. Tapi, kami menjalani semuanya dengan ikhlas menggunakan seluruh kekuatan mental, fisik dan finansial.
Pada pertengahan tahun kedua pendidikan, saya bawa pindah keluarga ke Palembang. Saat itu anak kedua saya pun lahir (tanpa sempat mendampinginya). Karena istri saya seorang guru PNS, saya urus dia supaya bisa menjadi pegawai titipan di Palembang. Usaha tersebut berhasil setelah melewati berbagai proses dan lobi sana sini. Maka, akhirnya kami tinggal bersama lagi di Palembang.
Singkat cerita, setelah menempuh pendidikan selama 5 tahun, dengan melewati berbagai tahapannya, merawat belasan ribu pasien, membuat ratusan laporan kasus dan melakukan penelitian (tesis), dan melewati ujian nasional yang super sulit (waktu itu 20 orang yang ikut ujian, hanya 8 orang lulus, termasuk saya). Akhirnya, saya menyelesaikan pendidikan spesialis penyakit dalam dan diwisuda. Lega!
Begitulah sahabat steemian, contoh sebuah perjuangan untuk menjadi sukses dalam suatu bidang. Kini, saya telah menjadi bagian dari 3.864 orang dokter spesialis penyakit dalam yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini saya bekerja pada sebuah rumah sakit negeri dan swasta.
Sahabat steemian Indonesia yang saya banggakan. Demikian juga di steemit ini. Mesti kita pahami, kita tidak serta merta langsung sukses dan tenar begitu saja setelah membuat sejumlah postingan. Tidak, tidak semudah itu. Butuh banyak waktu, tenaga, pikiran, mental, serta kemauan keras untuk terus belajar, bersikap konsisten, dan berpikir positif.
Sahabat steemian yang saya cintai, yakin dan percayalah bahwa setiap usaha dan kerja keras tidak akan pernah mengingkari hasil akhir. Baiklah, mari kita ingat kembali kata-kata Warren Buffet “Seseorang duduk di tempat teduh saat ini karena dia menanam pohon sejak lama."