Pertemuan saya dengan mas di Surabaya terbilang dramatis. Soalnya, berlangsung sangat singkat dan tanpa foto bersama.
Ceritanya begini. Malamnya saya berbicara dengan mas melalui aplikasi pengirim pesan Whatsup. Kami setuju untuk bertemu esoknya di Grand City, sebuah pusat bisnis yang menggabungkan mall dan convension center, sehingga disebut Grand City Mall dan Grand City Convex. Bertemu di situ, karena saya mengikuti Workshop Akreditasi Rumah Sakit di tempat tersebut.
Kamis, 2 Mei 2018, Sekira pukul 15.00 WIB, mas menelfon saya, sementara saya masih di dalam ruang acara. Saya bilang bahwa di jadwal, acaranya akan selesai pukul 16.00 WIB. “Namun, apakah selesai tepat waktu saya kurang tahu mas. Moga nanti kita bisa ngopi di Grand City Mall” lanjut saya.
Mas Happy Phoenix (HP) setuju, “saya ke Grand City Convex aja dulu”, lanjutnya.
Pukul 16.30 WIB mas HP menelfon lagi memberitahu bahwa ia sudah sampai dan berada di lobby Grand City Convex. Dan menunggu di sana, karena acara saya belum selesai.
Saya “nggak enak hati”, 5 menit kemudian saya pun memutuskan untuk turun menemui mas . Kami pun bertemu seperti sahabat yang telah lama berpisah. Kami pun ngobrol layaknya steemian.
Saya bertanya dari mana beliau mengenal steemit, sebab beliau telah bergabung sejak Juli 2016. “Apakah dari orang luar negeri?”
“Bukan.. Dari orang Indonesia, kalau nggak salah orang Kalimantan”, jawabnya. “Tapi sayang, dia nggak aktif lagi di steemit. Sepertinya dia lebih tertarik dengan mining coin lainnya,” lanjut mas sambil memandang jauh ke depan. Saya melihat raut wajah beliau, seolah berharap orang yang mengenalkan steemit kepadanya, untuk aktif kembali menjadi steemian.
Baru ngobrol sekitar 5 menit! Beliau sepertinya juga “nggak enak hati” saya meninggalkan acara workshop. Lalu menyuruh saya untuk kembali mengikuti workshop dan akan menunggu saya selesai. Tapi pukul 17.30 beliau harus pergi untuk menjemput anaknya.
Saya bergegas ke atas, berharap acara segera selesai. Jam di tangan saya menunjukkan pukul 17.10 WIB, acara akan segera berakhir. Eh, tiba-tiba, pembicara berkata “ada sedikit lagi hal penting yang perlu saya sampaikan.” Haiyaa...
Lima menit kemudian mas menelpon saya lagi, bahwa beliau pamit menjemput anaknya.
“Ya mas..”, jawab saya sambil berharap masih bisa bertemu lagi esoknya.
Namun sayang, beribu kali sayang, saya tidak sempat foto bersama mas . Kalian pasti penasaran kan mas Happy Phoniex itu gimana orangnya? 😀😀