Bila pertemuan dengan dianggap hoax karena tidak ada fotonya, kali ini jelas terbukti jepretan kamera saat ya meetup dengan duo steemian Surabaya, yang super kreatif dan keren, Salman Fariz dan Darang Melati. Nama akun mereka
, lho kok cuma satu? Iya ternyata mereka suami istri!
Sehari sebelumnya saya menghubungi Darang via whatsup, mempekenalkan diri dan memberitahu bahwa saya sedang di Surabaya. Lalu saya ajak untuk meetup.
Ia setuju, dan menawarkan lokasi meetup di Mie Aceh Bang Cen atau Mie Aceh Narasa setelah magrib. Saya minta lokasi paling dekat dan mudah diakses dari hotel saya menginap. Akhirnya, kami pilih Mie Aceh Bang Cen, yang beralamat di Jalan Nginden Semolo No. 20, Sukolilo. Saya pun memesan Go Car, dan segera meluncur kesana.
Driver Go Car saya, pak Sutan Robertson Pangihutan Siregar, yang telah tinggal di Surabaya selama 18 tahun ini, mengantar saya sampai ke lokasi. Pak Sutan sangat baik dan ramah, terlebih bertemu dengan orang Aceh. Hehe..
Darang dan Salman Sudah Menunggu
Warug Mie Aceh Bang Cen berada dalam sebuah foodcort yang disebut Pujasera 20. “Selamat datang bang Razak. Ini kawasan mahasiswa, bang..”, kata Salman saat berjabat tangan dengan saya. Salman dan Darang sudah duluan datang dan menanti saya, pada sebuah meja agak di belakang pada lokasi yang cukup lapang.
Seperti yang sering saya sebut, bahwa bertemu steemian ibarat berjumpa sahabat lama atau anggota keluarga. Itulah salah satu hal yang membuat saya teramat suka dengan platform steemit ini.
Darang Melati Ternyata Seorang Film Maker
Salman dan Darang, pasangan muda yang gesit dan kreatif. Betapa tidak, ternyata Darang Melati, perempuan asal Matang Geulumpang Dua, Bireuen ini rupanya seorang film maker. Ia pernah menjuarai Eagle Award atas filmnya berjudul Hikayat dari Ujung Pesisir. Mari kita nonton film dokumenter tersebut.
Sedangkan Salman Fariz asli arek suroboyo. Mahir design grafis dan sedang berusaha membesarkan sebuah bisnis kuliner. Ah, pasangan ini ibarat menggabungkan dua kekuatan ilmu dari padepokan yang berbeda. Mereka punya passion unik. Saya salut pada mereka.
Kesimpulan Diskusi
- Steemian Surabaya butuh penguatan memgenai steem blockchain dan platform steemit.
- Perlu diadakan meetup rutin dengan steemian yang telah ada, termasuk mengajak steemian senior
. Saya langsung menginisiasi perkenalan Salman dan Happy Phoniex. Setelah bertukar no WA, saat itu juga mereka berinteraksi melalui pesan whatsup.
- Perlu adanya semacam homebase untuk steemian Surabaya. Dan Alhamdulillah, mereka sudah memiliki calon homebase.
- Bila ada curator Indonesia
dan
atau steemian senior yang bepergian ke Surabaya, seperti
,
,
,
,
atau steemian lainnya, hendaknya diketahui oleh Salman atau Darang jauh-jauh hari supaya mereka bisa siapkan acara meetup. Mereka siap adakan meetup pada sebuah cafe yang akan menjadi homebase mereka.
- Surabaya merupakan kota bisnis dan kota kreatif, yang sangat mungkin steemit berkembang pesat. Saya yakin steemit di sana akan diramaikan oleh investor steem dan steemian kreatif. Steem Ambassador mesti rajin ke Surabaya neh. He he..
Sahabat steemian yang saya cintai, begitulah pengalaman saya bertemu dengan pasangan steemian muda berbakat ini. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat dan memberi sejumlah pencerahan bagi kita semua.