Salam.
Selamat siang menjelang sore Steemian semua. Mungkin Steemian sering ditanyai oleh orang-orang yang ingin mengenal Steemian mengenai apa hobby Steemian? Apa kegiatan yang sering Steemian lakukan ketika lagi break atau istirahat? Kebanyakan Steemian mungkin menjawab “hobby saya adalah membaca” atau sebagian lagi menjawab “hobby saya adalah menulis” dan akan ada banyak lagi variasi jawaban yang akan dijawab oleh Steemian lainnya.
Mungkin sebagian dari kita ingin menjadi penulis. Baik menulis sajak, gubahan, roman bahkan menulis kritik untuk pemerintah dalam bentuk opini. Taukah Steemian? Untuk menjadi penulis sebaiknya kita harus menjadi pembaca terlebih dahulu.
“Iqra’” atau bacalah. Dalam agama Islam, umat Muslim selalu diajarkan untuk membaca. Pada saat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira, Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad dan membawa beberapa ayat Allah. Ayat pertamanya adalah iqra’ yaitu bacalah.
Bacalah hingga yang sebelumnya kita buta akan pengetahuan menjadi kaya akan wawasan. Bacalah hingga sebelumnya tak tahu menahu menjadi serba tahu dan ahli. Seseorang yang ahli ketika menulis tulisannya akan bermanfaat bagi orang banyak, akan dipercaya keabsahannya, akan menjadi perbandingan untuk kemajuan ilmu yang akan datang. Dengan membaca, membaca, membaca baru kemudian menulis, tulisan akan menjadi rujukan handal bagi pembaca lainnya.
Dalam buku Sjuman Djaya “Aku” menggambarkan bagaimana sosok penyair angkatan 45, Chairil Anwar yang tergila-gila dengan buku. Buku selalu menjadi teman abadinya kemana pun Ia pergi. Hanya berusiakan seperempat abad lebih sebelum meninggalnya, Charil Anwar telah melahirkan karya-karya yang tak lekang waktu. Karya-karya yang masil dibaca, dibaca lagi dan dibaca kembali.
Saya sangat terkesan dengan karyanya yang menggambarkan betapa hidupnya walau dirundung berbagai prahara namun semangat membara untuk hidup masih terus menyalah. “Aku mau hidup seribu tahun lagi” dalam puisi yang berjudul “Aku” merupakan penggalan kalimat yang paling bermakna bagi saya. Bila Steemian membaca buku Sjuman Djaya “Aku”, maka Steemian dapati bahwa kemegahan syair-syair Chairil Anwar didapatnya dari tumpukan buku di kamar kecil kontrakannya. Yang bahkan untuk tidur pun tidak akan membuatnya nyaman. Kamar tersebut ia penuhi dengan buku-buku bacaan dalam bahasa Indonesia bahkan sampai bahasa negeri lain. Oleh sebab itu tidak asing bila kita mendengar bahwa Chairil Anwar banyak menerjemahkan sajak dan tulisan dari negera lain ke dalam bahasa Indonesia. Dari hasil membacanyalah ia menulis. Ia ramu tulisan dengan kata-kata yang menderu biru. Keahlian tersebut ia dapatkan dari membaca. Benar Steemian semua. Dengan membaca walau tak bergerak dari tempatmu, kau akan mengenal dunia.
Setelah membaca, maka tulislah dan bagikan tumpukan ilmu yang ada dipikiran dan segala pengalaman Steemian semua. Agar ilmu tersebut bermanfaat bagi orang lain.
Mari sama-sama menggiatkan diri dalam membaca dan belajar lagi dan lagi dalam menulis.
Sekian Steemian semua. Semoga bermanfaat tulisan saya kali ini.
Wassalam.