Kata-kataku melayang sendirian di antara bias-bias cahaya
Menyerupai sebait puisi
Tenggelam kedalaman matahari kuning tua.
Melagukan elegi senja dilangit keemasan
Berdiam menggeliatkan sengit yang meranggas.
Tapi? Siapa peduli dengan kata dan puisi?
Sekalipun pada sebuah puisi senja kau dapat meng-eja tentang bahagia jingga dan kelabunya dusta dalam asmara
Toh, kau pun tetap enggan membacanya
Hingga pekat mengecup sukma penyairnya
Dan kata demi kata dalam puisi ini semua sia-sia