Untuk pertayaan pertama, apakah ada seseorang yang memahami betul sebuah konten sehingga dia layak disebut seorang kurator konten? Ada, setelah , setiap kita adalah kurator konten itu sendiri, untuk itu kita harus selalu menyajikan konten yang menarik dan penulisan sesuai KBI. Karena sebelum konten itu sampai ditangan kurator kita mencari bahan, meracik dan barulah dia formula yang menawan untuk kita posting. Nah, bayangkan jika kita sendiri tidak memahami konten yang kita buat, jangankan kurator kitapun akan bingung dengan tidak memahami akan konten itu sendiri. Disini setelah kurator, kita sendiri juga adalah kurator untuk konten-konten yang kita sajikan, untuk itu konten yang bagus kita buat layaknya untuk diri kita sendiri bukan buat Kurator Indonesia.
Pertayaan kedua: ada, seperti yang bilang, didunia saja susah mendapatkan keadilan, itu benar. Tapi di Steemit ada sedikit perbedaan. Kenapa? Karena
disini keadilan didapatkan dengan rajin berusaha, bukannya karena adanya koneksi. Didunia biasanya keadilan itu buat mereka yang kaya dan berpangkat ataupun punya baking kuat.
RE: Kurator Konten dan Keadilan