Assalamualaikum wr… wb…
Salam Stemian
Saya membuat akun stemit yang di bantu oleh seminggu yang lalu. Hari ini saya mencoba membuat postingan pertama tentang latar belakang saya. Saya tertarik platform ini karena di samping bisa mempromosikan karya, saya juga dapat belajar mata uang cryptocurrency yang sedang booming di zaman modern ini.
foto ketika saya sedang memotret, taken by Muhammad Risky
Perkenalkan nama saya, Roja Falevi. Saya seorang anak bungsu dari empat bersaudara. Saya lahir di Kembang Tanjong pada tanggal 26 November 2002.
Awalnya ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, hobi saya adalah bermain bola kaki. Biasanya saya bermain sepak bola kaki bersama teman-teman di pinggir pantai. Kala itu cita-cita saya ingin seperti Cristiano Ronaldo yaitu menjadi bintang lapangan di setiap pertandingan sepak bola kaki.
Foto ini saya ambil saat selesai bermain bola
Seiring berjalannya waktu dan usia terus bertambah, ketika saya sudah duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Saya sudah mulai menyukai fotografi. Ketika melihat foto-foto di Instagram milik Tribe Red Leaf, rasanya merinding bulu kudukku karena hasilnya sangat menakjubkan. Di sinilah permulaan saya menyukai dunia fotografi.
Foto ini saya ambil saat hendak keluar dari rumah
Saya mulai meminta kepada Ayah saya untuk membelikan sebuah smartphone berkamera untuk mulai belajar memotret. Melihat keseriusan saya, Ayah pun membelinya. Gembiranya bukan main ketika saya menerima smartphone tersebut dan saya langsung mencoba memotret kecoak yang mati akibat semprotan racun anti serangga. Ayah pun tertawa, namun setelah melihat karya saya. Beliau bukan malah menghina, tetapi memuji karya saya. Disinilah semangat saya bergelut di dunia fotografi semakin berkobar.
Foto ini saya ambil saat belajar memotret bersama rekan komunitas
Tahun 2016 saya berhasil lulus ujian akhir nasional sekolah menengah pertama dan berhasil lulus ujian seleksi masuk sekolah menengah atas di SMA Negeri 1 Kembang Tanjong. Seperti sedia kala, semangat fotografi saya tetap berkobar dan tetap memotret menggunakan smartphone sampai memorycard nya full hingga 5 kali. Melihat hal itu, Ayah pun menawarkan kamera DSLR kepada saya. Nikon D3300 menjadi pilihannya untuk di hadiahkan kepada saya di hari ulang tahun.
Tiada hari tanpa memotret, terus saya berlatih secara otodidak tanpa bantuan siapapun. Meskipun demikian, saya selalu belajar dari kesalahan hingga akhirnya mengerti cara mengoperasikan DSLR tersebut dengan benar. Saya pun mulai mengikuti beberapa kegiatan acara yang di adakan oleh komunitas fotografi. Melihat komunitas ini menjadi peran penting dalam perkembangan hidup saya khususnya di dunia fotografi. Saya mulai bergabung dengan komunitas tersebut, yaitu komunitas PPC ( Pidie Photography Community).
Perlahan tapi pasti, dari merekalah saya mulai belajar berbagai teknik fotografi. Aktif melakukan kegiatan sharing sesama fotografer agar semakin mahir mengoperasikan berbagai teknik. Tak mampu saya ucap rasa kebahagiaan yang muncul dalam benak ini ketika melihat kebaikan dan ketulusan mereka mengajari saya. Meskipun saya masih pelajar, mereka dengan sabar memberikan arahan tanpa ada rasa marah ketika saya tidak mampu.
Foto ini saya ambil saat mengkonfirmasi akun ini
Alhamdulillah berkat pelajaran yang mereka berikan, tahun ini saya sudah mengganti DSLR Nikon D3300 itu dengan Nikon D610 yang merupakan Full Frame Kamera DSLR. Serasa seperti fotografer professional jadinya. Terima kasih saya ucapkan kepada kalian.
Sekarang saya aktif hunting model dengan mengajak teman-teman sekolah sebagai modelnya. Belajar dari kesalahan, apa saja yang perlu saya pelajari lagi dan teknik apa yang harus saya perbaiki. Kalau di persentase kan selama saya menggunakan kamera ini saat memotret, 9 dari 10 teman yang saya jadikan model puas dengan kerja saya.
Apa kalian mau saya coba foto?
Hehehe