Selamat malam sahabat steemian semuanya yang saya banggakan, harapan dan doa saya, semoga kalian selalu diberikan kesehatan oleh Allah swt.
Pada malam ini saya hanya ingin membagikan sebuah kisah inspiratif yang saya kutib dari sebuah kitab yang berjudul Adz-Dzailu 'ala Thabaqatil Hanabilah, karangan seorang ulama yang namanya Ibnu Rajab.
Pertemuan dan perpisahan adalah murni kehendak Allah yang tidak seorang pun tahu. Terkadang, orang yang sama sekali tidak pernah kita sangkakan akan berjumpa. Tapi, Allah berkehendak mempertemukan, dan itu pasti akan terjadi, tidak ada siapa pun yang dapat menghalaginya. Begitulah sebaliknya. Bila sudah ditaqdirkan untuk berpisah, pasti itu akan terjadi pula, semuanya adalah kehendak Allah yang tidak dapat diubah oleh manusia.
Kisah ini menceritakan tentang mulanya pertemuan Ibnu Bazzaz dengan seorang gadis cantik yang memiliki banyak harta. Baiklah, langsung saja kita ke kisahnya. Berikut kisahnya yang sebagaimana dalam kitab yang saya sebutkan di atas.
Mula-mulanya dia hidup di negeri Mekkah, semoga Allah Merahmatinya. Pada suatu hari pemuda tersebut merasakan kelaparan yang sangat. Dan dia tidak mendapatkan apa pun untuk menghilangkan rasa laparnya tersebut.
Lalu, dalam perjalanannya dia menemukan sebuah kantong yang terbuat dari sutera. Dia pun mengambil kantong tersebut dan membawanya pulang. Kemudian dia menguraikan ikatan kantong tersebut, terus membukanya, tanpa disangka ternyata di dalam kantong itu adalah sebuah kalung indah yang terbuat dari permata. Dia pun terkejut karena belum pernah melihat kalung itu sebelumnya.
Saat dia keluar rumah, tiba-tiba dia melihat seorang kakek yang sudah tua renta sedang memberikan sebuah pengumuman tentang barang hilang. Kakek itu membawak 500 dinar uang sebagai imbalan bagi penemu yang mau mengembalikan kantung suteranya yang berisi kalung yang terbuat dari permata.
Dia pun menghampiri kakek tersebut untuk memberitahukan kantong yang dia temukan. Kemudian dia mengajak kakek tersebut ke rumahnya untuk melihat dan mengambil kembali barangnya yang hilang. Sesampai di rumah dia langsung mengeluarkan kantong tersebut. Sontak, kakek itu beriak sembari berkata "itu benar kantong suteraku yang berisi kalung permata". Kemudian dia mengembalikan kantong tersebut kepada kakek itu.
Setelah kakek itu memeriksa isi kantongnya dan semuanya masih utuh, kekek itu memberikan uang 500 dinar yang telah dijanjikan kepada siapa pun yang menemukan dan mau mengembalikan kantong permatanya. Tapi, sang pemuda itu menolak beberapa kali pemberian kakek itu sambil berkata "itu adalah kewajibanku untuk mengembalikan punya orang lain yang aku temukan".
Kakek itu terus memaksanya untuk mengambil hadia itu. Tapi, kesekian kalinya dia tetap menolak untuk menerimanya, padahal dia sedang dalam keadaan lapar. Karena kakek itu tidak berhasil memaksanya untuk hadiah itu. Akhirnya kakek itu pun pergi dengan mengucapkan terimakasih kepadanya.
Beberapa hari setelah kejadian itu, dia ingin pergi dan keluar dari kota mekah karena kesulitan yang dia alami. Akhirnya, dia menaiki sebuah kapal untuk pergi ke tempat lain. Ketika sedang dalam perjalanan, tiba-tiba kapal terbalik dan hancur, dan banyak korban tenggelam pada saat itu. Dia selamat dengan berpegangan pada sebilah kayu yang akhirnya dia terdampar pada sebuah pulau yang belum pernah ia injak kaki di tempat tersebut.
Dalam keadaan lemah dia beranjak menuju ke perkampungan warga. Kemudian dia memilih istirahat dengan duduk di teras mesjid sambil melantunkan bacaan Al-Quran yang sangat merdu. Kebetulan dalam mesjid tersebut ada beberapa orang yang sedang ber'itiqaf. Kemudian mereka menghampiri Ibnu Bazzaz dan bertanya "apakah kamu pandai membaca Al-Quran?", "Iya" jawabnya. Mereka melanjutkan pertanyaan, "maukah kamu mengajari kami"? Tanya jamaah tersebut, Ibnu Bazzaz menjawab "iya saya mau mengajari kalian".
Akhirnya Ibnu Bazzaz menjadi pengajar di mesjid tersebut dan jamaah pun semakin bertambah. Para jamaah sering memenuhi kebutuhannya karena mereka tahu Ibnu Bazzaz adalah orang yang tidak punya apa-apa. Lama kelamaan ekonomi Ibnu Bazzaz mulai membaik.
Setelah beberapa lama beliau mengajar di kampung tersebut, para jamaah menawarkannya seorang gadis cantik yatim piatu untuk dijadikan istri. Kemudian Ibnu Bazz pun memenuhinya.
Saat acara resepsi pernikahan di mulai, Ibnu Bazzaz melihat sesuatu yang aneh di leher gadis cantik tersebut. Dengan seksama dia terus memperhatikan apa yang ada di leher wanita cantik itu. Dia teringat dengan kalung permata yang pernah dia temukan beberapa tahun lalu. Ketika dia sedang termenung dengan masalalunya, ada seorang lelaki yang dari kerumunan jamaah berkata, "janganlah kamu hanya melihat permata yang ada di lehernya, lihatlah kepada si Gadis itu yang sedang bersedih karena dari tadi kamu tidak memperhatikannya".
Kemudian Ibnu Bazzaz menepis perkataan tadi dengan berkata, "aku melihat kalung itu bukan karena aku tertarik dengan permata itu. Tapi, aku melihatnya karena aku punya kenangan dengan kalung ini".
Jamaah pun penasaran dengan dengan jawaban Ibnu Bazzaz. Kenangan apa sebenarnya, padahal dia belum pernah sekali pun berjumpa dengan gadis itu. Karena penasaran, para jamaah bertanya, "ada apa sebenar dengan kalung permata itu"? Ibnu Bazzaz pun memberikan jawaban dengan mengisahkan kejadian yang pernah dia alami waktu itu, saat dia masih di negeri Mekkah. Jamaah pun sontak bertakbir dan bertahlil ketika mendengarnya.
Si Gadis itu pun terkejut mendengar cerita dari Ibnu Bazzaz, karena sebelum ayahnya meninggal, ayahnya pernah bercerita kepadanya tentang perihal seorang pemuda yang menemukan kantong kalung permatanya saat di negeri mekkah. Dia pun berkata, " ayahku pernah mengatakan kejadian ini kepada ku, dan ayah ku berkata", "tidak pernah aku menemukan seorang pemuda sebaik dan semulia itu".
"Kemudian setelah mengatakan itu kepada ku, ayah ku memdoakan sesuatu terhadap pemuda itu dan doanya adalah harapan agar allah mempersatukan pemuda itu dengannya dan menjadikan pemuda itu bagian dari keluarganya" lanjut gadis cantik tersebut.
Ternyata Allah mengabulkan doa ayah wanita itu untuk menjadikan pemuda itu bagian dari keluarganya dengan jalan menjadikannya Ibnu Bazzaz sebagai suami dari anaknya tersebut.
Hanya itu saja postingan saya hari ini, semoga saja bermanfaat, jangan lupa kritikan dan sarannya untuk tulisan saya yang masih serba kekurangan, agar nantinya saya bisa memperbaikinya dan menjadi itu sebagai ilmu bermanfaat bagi saya.
Salam komunitas steemit indonesia, semoga komunitas steemit indonesia terus berkembang keseluruh daerah dan pelosok tanah air. Amiin!