Tepat ditempat saya bertugas, di kapal offshore supply yang beroperasional di selat malaka terlihat aktifitas beberapa pesawat terbang melintas seolah membelah awan.
Pemandangan Aktifitas penerbangan yang tidak terhitung jumlahnya baik siang maupun malam hari terlihat begitu ramai melintasi jalur ini yang menuju ke berbagai destinasi.
Setahu saya, jalur penerbangan yang dilintasi oleh berbagai maskapai nasional maupun internasional ini, masih berada dalam kawasan udara provinsi aceh.
Melihat kepadatan jalur lalulintas udara ini, saya teringat satu memori sekitar tahun 2004, dimana saya pernah berbincang dengan salah seorang bapak-bapak.Kawan sebangku dalam satu bus yang membawa kami dari medan menuju aceh.
Dari pengakuan beliau kepada saya saat itu, beliau adalah sebagai salah seorang ceo bandara polonia medan. Bapak ini mengatakan bahwa sangat di sayangkan bagi aceh, tidak bisa memanfaatkan momentum kepadatan jalur udara nya yang sering dilintasi berbagai pesawat udara ini sebagai sumber pendapatan daerah.
Panduan lalulintas udara ini masih dilakukan oleh pengawas bandara polonia medan, yang kata beliau restribusi biaya pandu ini masuk ke kas pad provinsi sumatra utara.
Saat itu saya hanya bisa mengangguk-angguk tanda setuju saja, karena kurang mengerti masalah yang di uraikan oleh bapak tersebut.
Sekarang aceh sudah punya bandara sultan iskandar muda yang berkelas internasional dan pastinya juga sudah didukung oleh berbagai sarana alat komunikasi antar udara yang canggih.
Semoga saja manfaat panduan jalur lalulintas udara ini pun sudah bisa jadi sebagai pemasukan sebagian dari kas daerah aceh.
Semoga bermanfaat
Mohon bimbingan jika saya