Suatu waktu kami semua tidak tidak dirumah, aku lupa, tapi sepertinya waktu itu kami pulang kampung karena beberapa hari (mungkin lebaran Haji), rumah sewa tempat kami tinggal dilangsa kami biarkan kosong. Diantara hari yang kami tidak berada dirumah terjadi hujan dengan angin kencang yang mengakibatkan pohon kapas tua (pohon kapouk) disamping rumah tumbang melintangi rumah dari bagian belakang hingga kedepan, karena inilah kami bersegera pindah ke rumah Bayeun dalam kondisi apa adanya, beberapa jendela belum terpasang ditutupi dengan papan saja oleh ayahku. Rumahnya juga belum berdapur, sehingga ibu memasak di atas dapur darurat saja.
Saat itu aku baru saja duduk dikelas 4 Madrasah Intidayah Negeri (MIN Pilot Negeri Langsa) terpaksa pindah ke SD Negeri Bayeun. Semasa di MIN Pilot Langsa aku adalah murid yang biasa-biasa saja. Masa itu masih ada istilah nilai raport “Merah” yaitu nilai dengan angka “5”, jika ada beberapa angka 5, mungkin sampai empat angka 5 maka tidak bisa naik kelas. Nilai ku kebanyakan pas-pasan yaitu semuanya nilai 6 (he he he), untuk rangking kelas di MIN Langsa hanya mimpi.
Masuk sekolah pertama sekali di SD Bayeun, aku ditempatkan sebangku dengan si haris, dia adalah anak dari Komandan Rayon Militer (Koramil) Kecamatan Rantau Selamat. Haris anak yang ganteng, putih dan bersih, penampilannya juga necis untuk ukuran sekolah dikampung. Aku diperkenalkan oleh guru, semua mata tertuju padaku sebagai anak baru (pindahan), aku agak gugup juga, sehingga aku hanya duduk diap saja, mencoba menyesuaikan diri. Tapi aku ingat ada sombong juga didiriku saat itu, mungkin karena aku dari kota, sementara mereka (teman-teman) dikelas sekolah baruku adalah anak kampung.
Please sign-up for a free Steemit account.
Download eSteem-App today if you haven't
Enjoy eSteem for:
vote witness good-karma
good-karma