
Saat ini Indonesia sedang berduka. Pesawat Lion Air JT 610 mengalami kecelakaan dan menyebabkan ratusan korban jiwa. Tentu ini sebuah musibah yang mendatangkan duka dan air mata. Namun sayang, di balik musibah ini masih ada orang-orang yang justru menjadi pengecut dan bodoh dengan membuat hoax.
Orang-orang tersebut adalah mereka yang dengan latah menyebarkan berita hoax terkait musibah ini. Di media sosial orang-orang macam ini sangat mudah ditemukan. Hari ini saya sudah menemukannya di Facebook dan Instagram. Jalan tengah yang saya ambil adalah meng-unfriend dan yang lebih ekstrem memblokirnya.

Ini tentu bukan tabiat untuk mengatakan saya baik dan penyebar hoax jahat. Ini adalah perilaku dan sikap pribadi saya untuk memutus mata rantai hoax. Jika kita tak mampu memberantas hoax secara massif, maka lakukanlah dengan cara paling sederhana dan yang mampu kita lakukan.
Siapapun bisa memilih jalan hidup dengan menjadi orang-orang yang bersikap hati-hati dalam membagikan berita, atau menjadi orang-orang latah yang selalu membagikan berita tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Pilihan ada di tangan kita masing-masing. Tak ada yang melarang kita berlaku hati-hati. Sama halnya tak ada orang yang cukup peduli hingga melarang kita untuk menjadi bodoh yang selalu berkecimpung dengan berita hoax.

Jika kita cukup bijak dan masih memiliki naluri kemanusiaan sedikit saja, saya kira kita enggan dan tak akan melakukan tindakan bodoh atas musibah yang datang seperti peristiwa jatuhnya Lion Air JT 610 ini. Orang-orang sedang berduka dan merelakan kepergian orang-orang tersayang dan kita yang bukan siapa-siapa mereka malah berbuat bodoh.
Tindakan macam itu tak bisa ditolerir. Selain memperpanjang kebodohan, perilaku penyebaran hoax selalu memunculkan keresahan di tengah masyarakat. Kalau ini adalah efek yang ditimbulkan hoax, kenapa kita tak berhenti melakukannya?
Barangkali kita sedang berada di zaman di mana nalar sangat-sangat susah dijaga untuk tetap sehat. Kita berada di zaman di mana bodoh lebih digemari dibandingkan sikap bijak dan mencari kebenaran. Tak ada yang bisa merubah seseorang kecuali orang tersebut memiliki niat untuk berubah dalam hatinya sendiri. Semoga bermanfaat. Salam literasi.

Regards