Assalamuallaikum..
Seperti biasanya, saya akan me-riview lagi lanjutan dari bab sebelumnya. Kali ini judulnya Makna dan Peran Bahasa Aceh. Bahasa Aceh saat ini sudah tidak lagi menjadi bahasa rakyat, dan juga tidak memiliki pengaruh bagi cara berpikir orang Aceh modern saat ini. Dengan demikian, bahasa Aceh berada pada kondisi yang amat memperhatinkan. Nasib bahasa Aceh hampir sama dengan nasib bahasa Melayu di Singapura, bahasa resmi yang kerap di dengarkan adalah bahasa Inggris, sementara bahasa Cina menjadi begitu dominan, hal ini dikarenakan Singapura merupakan negara kecil yang dikuasai Cina, yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar.
Bahasa Aceh memang bukan bahasa Nasional apalagi Internasional, akan tetapi Aceh pernah menjadi pusat peradaban terbesar di Asia Tenggara pada abad 17, keberadaan bahasa Aceh menjadikan terciptanya kebudayaan tersendiri bagi orang Aceh. Maka apabila bahasa Aceh terabaikan begitu saja, dapat dilihat sendiri apa yang akan terjadi terhadap kebudayaan aceh, pelan-pelan semuanya akan hilang. Di dalam keluarga pun bahasa Aceh sudah jarang digunakan, bahasa Aceh tidak lagi dilihat sebagai bahasa ibu. Hal yang demikianlah yang membuat bahasa Aceh hilang.
Kutha Rathna menyebutkan dalam Antropologi Sastra Bahasa Dan kebudayaan dengan demikian jelas berkaitan erat juga saling mempengaruhi, sebagai warisan biologis maka dapat diduga bahwa usia dengan bahasa dankebudayaan sama dengan usia manusia, sebagi usia spesies.
Antropologi sosial juga menyebutkan sebelum mereka mendalami apa yang dipikir masyarakat, mereka terlebih dahulu mendalami bahasa, pemahaman itu digunakan untuk memahami pengaruh bahasa dalam kehidupan sosial, dan juga konsep dan simbol yang masyarakat gunakan, untuk itu sebelum memahami pola pikir masayarakat, harus terlebih dahulu memahami bahasa. Bahasa merupakan faktor penting memahami dunia makna dan simbol dalam masyarakat. Bahasa juga merupakan fondasi dari kebudayaan dan peradaban, maka jika masyarakat mengabaikan bahasa, dapat di bayangkan apa yang akan terjadi terhadap kebudayaan dan peradaban aceh itu sendiri.
Kajian tentang bahasa Aceh masih dalam posisi memperhatinkan. Semoga bahasa Aceh akan terus mengalir di kehidupan kita sehari-hari walaupun sekarang kita telah berada di zona Modren.
Wassalamuallaikum..