Ditengah anjloknya harga mata uang kripto, apa yang seharusnya dilakukan oleh steemian?
Adalah sesuatu yang menyedihkan ketika melihat konten yang dibuat sekuat tenaga dan semampu pikiran hanya mendapat reward sekian sen saja. Berhari-hari angka nol di depan koma tak kunjung menetas. Lagee ta karom boh manok kom kalau bahasa perancisnya. Seperti mengerami telur busuk, begitu kira-kira padanannya dalam bahasa Indonesia.
Saat mencairkan isi dompet digital, hatipun tak kalah pedihnya. Bitcoin yang sudah diternak berbulan-bulan, hasil dari mengail ikan di lautan steemit, harganya longsor teramat dalam. Bayang-bayang reward berjuta-juta yang telah tampak di pelupuk mata, seolah hilang begitu saja. Menjauh ke seberang lautan dan meninggalkan saldo beberapa ratus ribu saja. Jika terus menerus begini, apa yang harus dilakukan?
Saranku: Berhentilah menjadi steemian!
Jika kita berada di sini untuk mengharap imbalan berupa terisinya pundi-pundi rekening semata, maka jangan heran jika ada yang membiarkan akun steemitnya meukeuraleup (terbengkalai) seiring lesunya pasar kripto seperti yang terjadi sekarang. Mereka kehilangan motivasi untuk berkarya sebab tidak mendapat imbalan sesuai ekspektasinya.
Ketika pasar kripto kembali bergeliat, mereka baru akan melirik lagi akunnya dan mulai menambang reward kembali. Pada akhirnya, orang-orang ini tidak akan peduli bagaimana rupa konten yang dibuatnya. Tak peduli kualitas, yang penting kejar target reward sebanyak-banyaknya dengan mengirim postingan sebanyak mungkin dalam sehari.
Oleh karena itu jangan heran jika membaiknya pasar kripto akan berbanding lurus dengan melimpahnya 'sampah' digital yang beredar. Semakin tinggi harga, maka semakin tinggi motivasi mereka untuk berkarya. Ketika harga turun, maka terlantarlah ia punya akun.
Maka jika motivasinya adalah uang, lebih baik berhentilah jadi steemian. Mencari rejeki dari pasar kripto itu berat, kamu ga akan kuat. Begitu kata dilan. Soalnya di sini badai bisa datang kapan saja dan pergi kapan dia suka. Semuanya tergantung suply dan demand. Atau jika ingin mengadu peruntungan di duna cryptocurrency, jadilah penambang konvensional berbekal mining rig dengan spesifikasi yang mumpuni.
Sebab jika memaksakan diri jadi steemian, maka dengan gampang kalian akan lari sebab pendapatan tak sesuai ekspektasi. Ketika pasar lesu begini, kalian berhenti berkarya. Ketika pasar membaik, ka tiek peu-peu nyang hawa (kau posting sesuka-suka). Masalah kualitas, hana peu that ta kira (tak perlu terlalu dipikirkan). Jika tidak mendapat vote sesuai harapan, maka kurator pun laju tayue jak let ma (kita maki-maki). Sep brat gura!
Oleh karena itu penting kiranya merubah cara pandang kita terhadap steemit ini. Kalau bicara soal materi, jangankan manusia, tuyul aja mau. Tapi jika materi adalah semata-mata tujuan, maka sekali lagi, kusarankan berhenti saja. Lebih baik meukat campli atawa pula lawang (bertani) sahaja.
Jadikan steemit sebagai tempat mempublikasikan karya. Atau sebagai tempat mencurahkan isi kepala. Dengan begitu, berapapun reward yang kita dapat, maka akan diterima dengan bahagia. Begitulah saran saya, sebab ini hari saya tak tau mau tulis apa. Sekian!
Pokoknya, teruslah berjalan meski membaiknya pasar kripto hana ta tujan (tidak tahu kapan). Nyan ban!