Hari minggu, hari yang yang seharusnya kuhabiskan bersama keluarga. Hari yang semestinya kugunakan untuk pergi rekreasi bersama dia yang terkasih dan buah hati yang tercinta malah harus kugunakan untuk hal lainnya.
Namun apa pun yang terjadi, hidup ini adalah pilihan, hidup adalah kesempatan dan hidup adalah pengorbanan. Menuntut ilmu itu penting juga tuntutan pekerjaan adalah kewajiban yang harus ditunaikan.
Semenjak pagi hingga malam waktu yang kuhabiskan hari ini, mulai dari mengikuti symposium, pemilihan keuchik dan bekerja dari siang sampai tiba waktu Isya. Begitulah ritme kehidupan yang kupilih dan kujalani hari ini. Walau bagaimanapun Allah jua yang telah menggerakkan niat dan langkahku.
Dan ketika tiba waktu pulang, anak-anak sudah terlelap bersama mimpi-mimpi indah mereka, mimpi yang belum dinodai oleh rasa khawatir akan hari esok. Aku menatap mereka satu persatu. Hmmm... Tak ada waktu untuk bercengkerama dengan mereka hari ini.
Maafkan ibu wahai anak-anakku...
Tidak bisa menemani kalian hari ini...
Ibu yakin kalian anak-anak hebat. Waktu sudah mengajarkan kalian untuk mengerti karena memiliki seorang ibu pekerja.
Kini... Pikiranku terloncat dan teringat akan undangan ulang tahun putra sahabatku yang telah diberitahukan jauh-jauh hari. Dan hari ini aku memilih untuk tidak menghadiri acara itu. Entah bagaimana perasaannya, mengingat hari itu dia mengundangku dengan penuh harap...
Ah... Maafkan aku sobat...
Waktu untuk bersua belumlah tiba...
Tuk kesekian kali janji tertunda...
Kan kubayar waktuku untukmu suatu hari...
Miss u...