Halo stemiaan, apakabar kalian? Semoga tetap sehat dan bersemangat ya.
Melalui tulisan ini, saya ingin bercerita sedikir terkait perjalanan saya ke Takengon, Aceh Tengah, tempo hari.
Tempo hari, saya dan beberapa teman yang tergabung dalam genk The Sangkrojo melakukan perjalanan ke Takengon. Agenda pertama yang kami lakukan adalah sekedar liburan dan menghadiri pesta perkawinan kawan kami. Rencana dan rute perjalanan kami sebelumnya sudah kami rencanakan, kemana kami akan singgah dan melakukan aktivitas liburan. Dalam agenda yang kami rencanakan mulai dari Air Terjun Tansaran Bidin, Makam Datu Beru, Pemandian Air Panas Simpang Balik, Monumen Radio Rimba Raya, dan Umah Pitu Ruang Museum Makam Reje Linge.
Namun semua agenda yang sudah kami rancang sebelum berangkat buyar seketika. Semua agenda yang kami rencanakan gagal dilaksanakan. Lalu apa yang kami lakukan selama di Takengon? Kami hanya memburu kopi. Kebetulan salah satu teman saya juragan kopi di sana, dan tentu dia mengerti betul di mana tempat ngopi yang enak. Selain itu, kami juga diajak berwisata ke kebun kopi miliknya.
Selain mengajak kami ke kebun kopi miliknya, dia juga memperkenalkan kami macam-macam jenis kopi, mengajarkan bagaimana cara mengolah kopi supaya nikmat, dan tentu banyak ilmu lain yang diajarkan ke kami.
Lha, jauh-jauh ke takengon cuma buat ngopi? Di Banda Aceh juga bisa. Begitulah keluhan yang disampaikan oleh salah seorang teman saya . Sepanjang hari dia ngomel-ngomel karena agenda yang sudah kami rencakan tidak terlaksana. Saya sangat maklum, yang pertama dia bukan penikmat kopi, yang kedua dia baru beli kamera mirrorless baru, dan yang ketiga dia baru buat akun di steemit. Jadi saya sangat paham bagaimana kekesalan dia di hari itu.
Mengenai kenapa saya lebih memilih memburu kopi selama di Takengon, karena menurut saya, ngopi dan merasakan aroma kopi dari daerah asalnya akan sangat berbeda. Pertama, kita dapat langsung “mencuri” pengetahuan dari petani kopinya, yang kedua kita akan dapat melihat bagaimana petani kopi mengolah hasil kebunnya hingga mampu memikat banyak orang, dan yang ketiga adalah nuansa dan suasana yang berbeda. Ngopi langsung dari kebunnya akan sangat berbeda dengan ngopi di kedai atau café-café di kota.
Bagi saya, dalam melakukan perjalanan yang paling saya ingin ketahui adalah bagaimana karakter orang-orang di daerah tersebut, salah satunya adalah berbaur dengan mereka dan merasakan makanan daerah setempat.
Sekian dulu cerita dari saya, mungkin cerita lainnya akan saya ceritakan pada postingan selanjutnya.
Terima kasih sudah mengunjungi blog saya, silahkan sahabat-sahabat tinggalkan komentar, upvote, dan resteem.
Best Regards