Aceh salah satu provinsi yang tidak hanya dikenal dengan daerah yang menerapkan syariat Islam karena sejarahnya pada masa silam. Namun kini, mulai sejak pasca Tsunami dan konflik Aceh memiliki ruang kebudayaan baru yaitu kota seribu warung kopi.
Warung kopi di Aceh bukanlah sebatas tempat untuk minum kopi semata. Masyarakat Aceh memiliki budaya ngobrol sambil minum kopi di warung kopi.
Kopi Solong pun menjadi favorit masyarakat Aceh. Warung kopi ini mulai dikenal luas oleh masyarakat luar Ulee Kareng sekitar tahun 1990-an. Setelah menjadi maskot warung kopi di Aceh, warung ini mulai didatangi banyak orang penting seperti pejabat negara, seniman, dan tokoh masyarakat lainnya.
Abu Solong (95) salah satu pelaku bisnis usaha kopi di Aceh yang sudah banyak meninspirasi pelaku bisnih kopi lainnya. Abu Solong mulai merintis usaha warung kopi sejak tahun 1974, dan menjelang tahun 1982 usaha tersebut dia serahkan kepada anak pertamanya yang bernama Nawawi. Kopi solong memiliki cita rasa yang tersenidir dan masih diperetahankan sampai sekarang. Abu Solong dalam menciptakan rasa kopi yang khas tetap memilih biji kopi mentah dari lamno Aceh Jaya dan itu diracik sendiri.
Abu solong telah merintis usaha warung kopi sejak tahun 1974. Berdasarkan ilmu agama yang didapatkannya dari Abu Lambhuk, warung kupi bukan hanya semata untuk mendapatkan keuntungan tetapi bagian dari ibadah mulai dari melayani tamu, memilih biji kopi yang bagus dan meraciknya dengan rasa yang diminati orang.
Abu telah berusaha melahirkan cita rasa yang khas pada kopi solong. Kebanyakan pelancong yang ngopi di warung kopi solong sering membicarakan masalah bisnis, politik, budaya, atau hanya sekadar obrolan ringan dan sebagainya.
Abu Solong telah melakukan sesuatu yang terbaik untuk penikmat kopi yaitu dengan memilih biji kopi yang terbaik. Tentu itu dilkukannya dengan sangat sabar, sebelum di gongseng dia melakukan penyortiran kemudian biji kopi yang sudah dipilih digongseng dengan bara api, bukan dengan api, Juga menambahkan telor, mentega dan sedikit gula
Warung kopi di Aceh telah menjadi media alternatif. Berbagai macam Informasi bisa didapatkan di warung kopi, ketimbang dari media. Semua masalah dikupas tuntas di warung kopi, dari info yang masih sebatas isu hingga info yang benar-benar valid.
Beberapa pelaku perintis warung kopi di Aceh pada awalnya merupakan orang didikan Abu solong , dan sudah mampu mendirikan warkop sendiri dengan menggunakan nama mereka masing-masing, seperti Taufiq. Selalin menjaga kualitas rasa kopi, Abu solong juga bisa memberikan pelayanan yang penuh kekeluargaan antara penikmat kopi dan pelayan dan itupun juga dipraktekkan oleh penerusnya serta anak didiknya. Abu solong telah memberikan image kopi Aceh dimata pelancong dari luar negeri sebagai salah satu kopi terbaik di dunia.
Yang mau menonton film sejarah kopi solong yang telah saya dan (Amri) produksi, kalian bisa lihat di link bawah ini: