Berwisata ke tempat yang indah dan jauh dari keramaian? Cobalah lirik Pulau Nasi, pulau yang bersebelahan dengan Pulau Breuh yang bersebelahan dengan Pulau Weh, Sabang.
Pulau kecil nan indah, hanya ada lima desa dan di setiap desa memiliki pantai dengan kelebihan tersendiri. Memiliki keunggulan daripada Pulau Weh yaitu adanya dua lokasi pantai untuk surfing dan kite surfing.
Menyusuri ketenangan Pulau Nasi
"wave hunting" Jadi guide untuk 3 peselancar dari Aussie n USA
"Barelling" Akhirnya, setelah dua hari menunggu.
Dibutuhkan hanya dua jam untuk mengelilingi pulau menggunakan sepeda motor dan di setiap sisi jalan merupakan surga yang tersembunyi. Siapkan kamera karena apa yang akan lihat layak untuk di abadikan dalam sebuah gambar.
Menyusuri pantai di balik bukit
Bukan pantai tapi teluk kecil yang kami temukan
Untuk mengunjungi Pulau Nasi bisa ditempuh dengan kapal kayu yang bersandar di Taman Ule Lheu dan berangkat setiap hari jam 14:00 atau menggunakan Ferry di Pelabuhan Ule Lheu yang berangkat di hari Senin-Rabu-Jumat & Sabtu jam 07:30 . Jangan harap adanya resort atau bungalow seperti di Pulau Weh karena Pulau Nasi masih menggunakan homestay dan semuanya masih tradisional.
Transportasi andalan masyarakat
Homestay dan satu-satunya warung nasi di Pulau
Pulau Nasi juga cocok untuk pecinta snorkling dengan beberapa spot di antaranya ; Demit, Deudap, Jroh dan Pulau Tengkorak (pulau kecil yang berada di desa Rabo).
Snorkling trip ke Pulau Tengkorak
Bagi pecinta pantai atau hanya sekedar bersantai menikmati ketenangan dan keindahan alam, sunset atau sunrise maka Pulau Nasi bisa memberi lebih dari apa yang kalian harapkan.
Pantai di desa Deudap
Bagaimana steemians? Masih ragu dengan keindahan alam Aceh? Main2 lah dulu kesini sebelum nanti ramai seperti di Sabang.!
Mohon komentarnya dan juga follow ya :)