Popularitas Bukan Jaminan Kebahagiaan
Hidup bahagia itu dambaan setiap orang, dari masyarakat ekonomi kecil, menengah, maupun yang sudah mapan.
sumber
Kemana kita harus melangkah, untuk menuju cita-cita yang kita dambakan. Roda waktu kian berputar umurku hari demi hari bertambah, tapi sisa hidupku semakin berkurang.
Melangkah demi kebahagiaan di dunia ataupun di akhirat, yang menentukan itu hanya kita sendiri bukan orang lain.
Hidup popularitas bukan jaminan untuk bahagia, uang bisa membeli segalanya tapi belum tentu bahagia.
Dalam kesederhanaan hidup bisa menjadi bahagia, karena itu datangnya dari hati. Sikap sederhana dalam hidup itu melekat dengan sikap pribadinya. Mungkin orang yang sederhana itu apa adanya, bukan ada apanya..he he
Mungkin hidup popularitas itu yang terpenting dia terkenal, kelihatan mewah tapi didalamnya sibuk dengan permasalahan yang dilaluinya.
Terkadang hidupnya mewah, tapi tidak sesuai dengan latar belakangnya.
Bukan berarti semua yang popularitas itu tidak bahagia, yang terpenting bisa menjalankan kehidupan yang baik, baik pada semua orang dan apa adanya.
Memang kehidupan di dunia itu ekstrim, apabila kita tak kuat iman. Merasa tak sabar dalam menghadapi tajamnya batu krikil kehidupan.
Batu karang di laut saja rela menerima hempasan ombak yang begitu besar, bisa kita untuk pelajari dalam hempasan ombak pada batu karang di laut.
Yang saya harapkan pribadi supaya kita semua sadar, sadar dalam arti sikap yang lugu, jujur, dan bijaksana.
InsyaAllah hidup kita bahagia, damai, dan tersenyum lepas menatap kebahagiaan.
Pribadi saya yang kurang sempurna, mudah-mudahan bisa menjadi pribadi yang apa adanya.
Dengan apa adanya akan mengantarkan kita kebahagiaan. Karena popularitas itu hanya titipan, ketika kita bisa mengamalkan InsyaAllah akan terjaga, karena merawat itu lebih susah dari pada mewujudkan. Semoga kita adalah orang yang selalu mencintai kesederhanaan karena " Bahagia Itu Sederhana".
Terimakasih.
Salam ngadorok-dok
Brebes, 03 Juni 2018