G adisku...
E ngkaulah bidadariku
T ak usah kau ragu kesungguhanku
H aruskah kuucapkan tiga kata itu
A ku cinta padamu
Wahai gadisku...
Jika Virgoun (Last Child) mengatakan : "Kamu adalah bukti dari cantiknya paras dan hati".
Bagiku, kamu adalah bukti adanya bidadari di bumi ini.
Jika Ariel (Noah) mengatakan : "Kamu bagai bintang di surga".
Bagiku, kamu adalah bintang yang turun dari surga.
Jika Pasha (Ungu) mengatakan : "Seandainya bila ku bisa memilih". Bagiku, tak ada keraguan untuk memilih. Diriku pasti akan memilihmu menjadi pendamping hidupku.
Gadisku...
Tuhan telah menciptakan diriku dengan bentuk yang paling sempurna. Tetapi, diriku bukanlah manusia sempurna. Justru dengan adanya dirimu di sisiku, diriku akan menjadi manusia yang sempurna. Dirimu menutupi kekuranganku dan diriku menutupi kekuranganmu. Kita akan menjadi pasangan kekasih yang paling bahagia di bumi ini.
Pujaanku...
Diriku tak pernah berharap kita seperti sepasang sepatu, selalu bersama tetapi tak bisa bersatu. Diriku akan rela berkorban menjadi sepasang sepatu yang selalu melindungi kakimu kemanapun dirimu melangkah.
Gethaku...
Diriku mengerti...
Dirimu sering menangis karena sepi dengan kesendirian. Kini, dirimu tak perlu lagi risau dengan itu. Diriku selalu ada untukmu. Memberikan sepenuhnya raga ini, untuk dirimu yang kudamba.
Bidadariku...
Aku ingin kau tahu
Rasa ini tak muncul begitu saja
Rasa ini ada karena cinta yang tertata
Kurangkai menjadi rasa sayang selamanya
Dan berakhir dengan tujuh kata
Aku ingin meminangmu dengan restu orang tua
Teruntuk Gadisku Getha
Dari pemujamu yang sederhana