Kamu pasti pernah, setidaknya sekali dalam hidupmu merasa terkalahkan. Dalam hal apapun, atau oleh siapapun. Kamu mungkin merasa, kalau kamu sudah berada pada titik terujung. Setelah sekian impian yang kamu pupuk terpaksa harus dilepas, atau beberapa rencana yang sudah harus diurungkan lantaran sudah berlabuh pada kegagalan.
Lelah, letih, capek. Rasanya mungkin seperti itu. Mungkin sedikit perih juga menyisa, ya? Terus berada di jalan berduri tetapi tidak segera mati. Sakit, tetapi tidak berdarah.
Usaha A sampai Z sudah kamu lakukan, tetapi tetap saja, semua itu tak ada yang ingin berteman dengan keberhasilan. Kamu kehabisan bahan bakar. Kamu merasa gagal. Bagimu, inilah titik terujung dari usahamu.
Hei! Variabel A sampai Z boleh habis tetapi masih selalu ada koefisien 1, 2, 3, dan seterusnya bahkan sampai tak hingga. Meskipun yang tampak adalah hasil, selalu ada nilai dari sebuah usaha. Kamu mungkin tidak melihatnya, pun juga orang lain. Tetapi akan selalu ada Yang Maha Melihat. Termasuk melihat usahamu itu.
Jangan pernah menyesali usaha yang telah kamu usahakan. Karena memang berkat usaha yang terus menerus itulah kamu pun terus menjadi manusia yang kuat dan tahan banting Yang sabar.
Tak ada salahnya dengan kalah. Mungkin memang seperti itulah cara-Nya dalam membuat kita bersyukur mendapatkan apa yang nyatanya lebih baik kelak. Agar kita sadar, bahwa selemah itulah kita; tanpa kuasa-Nya.
Jangan mau tersingkirkan oleh yang namanya menyerah. Teruslah dalam jalan perjuangan ini. Karena kita tidak pernah benar-benar berada di titik terujung. Bahwa ada yang harus kita selalu ingat; sesungguhnya pertolongan-Nya itu dekat.Kamu tidak sedang berada pada titik terujung usahamu
sekian cerita Titik Terujung dari pengalaman yang pernah saya rasakan. Salam Saya Jangan Lupa Follow
Terimakasih...