Akan kah diriku tiba pada suatu titik dimana aku merasa jarak antara kita sudah terlalu jauh. Aku pergi terlalu jauh, pun kamu juga pergi ke titik berlawanan sehingga menambah jarak.
Atau akankah diriku tiba pada suatu masa dimana akhirnya kita menyerah. Meredam ego masing-masing. Memulai melontarkan pertanyaan yang selama ini terkubur lantaran tak sanggup di ucapkan.
Apakabar ?
Bagaimana hidupmu, sekarang?
Pertanyaan-pertanyaan yang dulu memang tak perlu di pertanyakan karena sudah tahu jawabannya. Karena setiap hari bertemu menegur sapa, setiap malam makan bersama sembari memulai beberapa cerita, ataupun setiap saat sempat mengabarkan.
Sekarang memang bukan dahulu. Dahulu memang hal paling jauh. Ini bukan soal sebuah pemaksaan atau penghargaan atas kembali sepeti dulu lagi. Ini hanyalah sebuah kerinduan. Yang mungkin sebenarnya, hanya aku yang merasakan.
Sekian cerita tentang Suatu Titik versi saya. Selamat membaca dan semoga bermamfaat. Salam saya jangan lupa Follow
Terimakasih...