Wah ternyata malam itu Abang lagi flu berat ya . Ya ampun ini si "bawel " Ana memang benar-benar gak tau hahahaha. Ana pikir Abang lagi istirahat karena suaranya memang agak berat dan seperti bangun tidur terpaksa. Ternyata memang lagi deman . Maafin ya Bang, tapi itu bentuk anugerah Tuhan yang tidak disengaja untuk Abang. Ditengah kegelisahan jiwa yang sedang panas dingin itu sahabat-sahabatnya menelpon. Sesuatu yang tak ternilai harganya kan?
Btw, GWS buat Bang Emong. Dan semoga apa yang kita bicarakan malam itu berjalan lancar dan sukses. Pun dengan pertemanan kita. Keakraban tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menyatu satu dengan yang lainnya. Tapi keikhlasan dan ketulusan saat menjalankannya meskipun dalam waktu yang singkat akan membekas dan berkesan selamanya. Itu yang membuat pertemanan abadi. Terlepas dari kekurangan dan kelebihan di masing-masing individu. Nikmati hidup dengan riang dan gembira serta perbanyak silaturahmi dengan ketulusan. Salam sukses, salam sastra penuh cinta, dan salam damai selalu. Sehat ya Bang...
RE: Story # Telepon dari Pojok Steemit, Taman Ismail Marzuki