Popularitas tanaman bunga sedikit banyak saat ini dirasa sudah mulai menurun antusiasnya. Hal itu jika dibnadingkan dengan awal pandemic yang memaksa kita untuk banyak tinggal dirumah, sehingga aktivitas menanam bunga menjadi alternatif yang cukup logis dan menghibur. Meskipun begitu, tidak menyurutkan kecintaan akan bunga bagi yang sejak awal itu hobi tanpa dipengaruhi oleh situasi sekitar. Begitu juga kami, walaupun permintaan tanaman bunga menurun. Aktifitas budidaya bunga tetap dilakukan.
Kami memang tidak budidaya banyak jenis bunga. Karena awalnya kita sudah menanam tanaman hias jenis kuping gajah, maka itulah yang menjadi fokus kita. Bermula dari penjual tanaman hias yang mampir kerumah kemudian tertarik memborong kuping gajah, waktu itu dihargai Rp.10.000, per tunas kecil.
Sejak itu, tunas-tunas kecil dari tanaman kuping gajah kita potong untul ditanam lagi di polybag yang lain agar volume tanaman bertambah. Jenis tanaman ini akan tumbuh subur dengan pupuk organik (pupuk kandan) dan ditanah yang gembur dengan pencahayaan sinar matahari yang cukup dibatasi. Ditempat yang redup ataupun rindang, tanaman kuping gajah ini akan tumbuh dengan daun yang lebar menghijau.
Kuping gajah ini tidak memiliki bunga yag warna-warni. Kharisma tanaman ini adalah dari daunya. Bahkan, untuk bunga-nya rutin kita potong agar tangkai dan tunas terus berkembang.
Kemarin dulu, ketika market rame terkadang seminggu sekali penjual tanaman hias mampir untuk membeli. Ketika market tanaman hias berupa kuping gajah ini sepi, maka ini adalah momen untuk memperbanyak koleksi sehingga jika kemudian popular lagi supply kami akan mencukupi permintaan tanaman ini disekitar kita.
Tetap semangat, jangan berhenti berusaha.
Yakin dan berharap hari esok akan lebih baik dari hari ini