Tentang Partikel dan Kata Penghubung Pun
Dear steemians.
Postingan saya tentang cara cerdas menggunakan kata "yang" kemarin direspons positif oleh seorang dosen jurusan eksakta di Universitas Syiah Kuala sebagai berikut:
[19/6 14:25]: Terima kasih Pak Yarmen, postingannya sangat membantu ketika saya memeriksa skripsi mahasiswa. Diharapkan tulisanpun menjadi lebih menarik. Tidak terlalu kaku.
Tanpa sadar, sohib saya tersebut melakukan kesalahan kecil dalam komentarnya. Pembaca tahu di mana letak salahnya? Ya, benar, beliau menulis rangkai kata "tulisan" dan "pun" sehingga menjadi tulisanpun.
Atas dasar fakta tersebut, saya ingatkan dia seperti ini [19/6 14:29]: Waduh, penulisan frasa tulisan pun itu harus dipisah, Bos. Pun di situ bermakna juga (also dalam bahasa Inggris). Jadi, harus ditulis pisah. Hanya sepuluh kata yang sudah sangat rapat hubungannya (menyatu) yang pun-nya tidak dipisah. Apa saja yang sepuluh item itu, tunggu postingan saya berikutnya. Yang jelas, apa pun, siapa pun, di mana pun tidak termasuk. Harap bersabar.
[19/6 14:31]: Waw... jadi asyik nih. Setiap tulisan, langsung ada koreksiannya. Arigato 🙏
[19/6 14:42] Yarmen Dinamika: Ini memang khas kami di FAMe, Bos. Tapi terkadang merembet juga ke luar. Hehe
Launching FAMe Chapter Aceh Jaya dilanjutkan dengan latihan mengembangkan minat dan kemampuan menulis artikel.
Nah, pembaca yang budiman. Dalam percakapan atau teks yang kita baca sehari-hari kerap kita dapati kata pun. Tapi hanya sebagian kecil yang ditulis secara benar karena memang tak banyak di antara kita yang paham secara mendalam kapan pun itu ditulis rangkai (gabung) dan kapan pula ditulis pisah dengan kata yang mendahuluinya.
Secara umum pun selama ini kita kenal sebagai salah satu partikel, seperti halnya lah, kah, dan tah.
Dalam kedudukannya sebagai partikel, pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluhinya, kecuali untuk kelompok kata yang lazim dianggap padu. Kata-kata tersebut hanya sepuluh jumlahnya, yakni:
- adapun,
- bagaimanapun,
- biarpun,
- kalaupun,
- kendatipun,
- maupun,
- meskipun,
- sekalipun,
- sungguhpun, dan
- walaupun.
Di luar kata-kata tersebut tentu saja penulisan pun dipisah alias tidak serangkai.
FOTO: POKJA BUNDA BACA. Bunda Baca Aceh, Darwati A Gani sedang membaca buku di samping mobil perpustakaan keliling.
Lalu, apa arti dari setiap kata di atas dan bagaimana penggunaannya di dalam kalimat? Oke, akan kita bahas satu per satu.
adapun (artinya adalah tentang hal; mengenai). Contohnya, Adapun materi yang ingin saya sampaikan pada pertemuan Rabu depan berjudul Teknik Menyunting Berita dan Artikel Opini.
bagaimanapun (apa pun yang terjadi). Contohnya, Bagaimanapun pekerjaan itu harus selesai besok.
biarpun (biar; meskipun). Contohnya, Biarpun dia kaya, tapi tidak sombong.
kalaupun (kata penghubung untuk menandai syarat dan pengandaian). Contohnya, Kalaupun punya waktu, Andi tak akan mampir lagi ke rumah teman yang sudah mengkhianatinya itu.
kendatipun (kata penghubung untuk menandai hal tidak bersyarat; meskipun; biarpun). Contohnya, Kendatipun saksi tidak lengkap, sidang perkara penipuan itu tetap dilanjutkan.
maupun (dan; serta; meskipun). Contohnya, Baik orang tua maupun guru, harus kita hormati sepanjang hayat.
meskipun (kata penghubung untuk menandai perlawanan makna; walaupun; sungguhpun). Contohnya, Meskipun hujan, upacara bendera di sekolah kami tetap dilanjutkan.
sekalipun (kata penghubung untuk menandai perlawanan makna; sungguhpun; meskipun). Contohnya, Sekalipun gunungnya tinggi, akan kudaki.
sungguhpun (meskipun; kendati). Contohnya, Sungguhpun harganya mahal, sepeda itu tetap kubeli untuk menyenangkan anak bungsuku.
walaupun (kendati; meski; dan jika). Contohnya, Walaupun harus menyeberangi lautan, beta tetap akan datang.
Kemudian, mari kita bahas disertai contoh pun mana saja yang tidak ditulis rangkai dengan kata yang mendahuluinya.
pun yang bermakna juga atau demikian juga. Contohnya, Jika kamu datang, saya pun datang ke acara reuni sekolah kita.
pun yang bermakna meski; biar; kendati. Contohnya, Tinggi pun mahar, gadis itu dipersuntingnya juga.
pun yang bermakna saja. Contohnya, Berjalan pun ia tidak sanggup, apalagi berlari.
(...pun...lah). Gabungan partikel ini untuk menyatakan aspek bahwa suatu perbuataan/keadaan mulai terjadi. Contohnya, Mentari tenggelam, pertanda hari pun malamlah. Contoh lain, Petir menyambar trafo, listrik pun padamlah.
pun yang fungsinya untuk menguatkan dan menyatakan pokok kalimat. Contohnya, Begitu tahu dibohongi, baginda pun murka.
Demikianlah, contoh-contoh pun yang harus ditulis pisah.
Kata-kata seperti apa pun, siapa pun, di mana pun, kapan pun, andai pun, atau pun, saya pun, dia pun, kamu pun, kita pun, kalian pun, dan lainnya harus ditulis terpisah penulisannya.
Sekian saja, semoga bermanfaat.
Banda Aceh, 20 Juni 2018
Saleuem,
YD
Pembina FAMe dan Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia