Tempat ini baru pertama kali saya singgahi, Laut Jangka Matang Glumpang Dua di Kabupaten Bireuen, Aceh. Sungguh ramai dengan warga yang berwisata dalam suasana Idul Fitri. Dulunya kawasan ini masuk dalam Kecamatan Peusangan.
Saya diajak ayah ke sana, untuk menjumpai kawan-kawan lamanya saat masih sekolah dulu. Ada Reuni yang dibuat di kawasan tersebut. Adik dan Bunda juga ikut serta, karena kami baru saja dari tempat nenek di Kota Langsa.
Jalan masuk ke lokasi wisata memang sempit, setelah tiba di kawasan tersebut ramai sekali orang-orang yang menikmati suasanan di bawah pondok-pondok yang dibangun khusus oleh pengelola. Ada kios-kios kecil yang menjajakan aneka makanan dan minuman. Kelapa muda dan mie Aceh menjadi makanan favorit.
Begitu tiba, ayah langsung bersabung bersama kawan-kawannya. Saya, adik dan bunda memilih meja dan memesan mie serta minuman botol. Setelahnya, berjalan-jalan melihat lokasi tersebut. Adik sangat senang, rasa bosan dan penat hilang. Hanya saja, saya belum merasakan mandi laut di sana, ombak terlihat lumayan besar.
Objek wisata itu menjadi primadona baru Kabupaten Bireuen setelah diurus dan dipercantik oleh masyarakat dan pemerintah. Lokasinya rapi dengan pernak-pernik hiasan seperti payung warna-warni dan tempat santai di pinggir pantai.
Tempat ini juga menjadi lokasi bagi warga untuk menikmati sunset. Saya tak dapat melihatnya karena berada di sana pada siang hari.
Dari Kota Bireuen, tempat ini dapat ditempuh sekitar setengah jam dengan kenderaan motor, dengan jarak sekitar 15 kilometer.
Setelah dua jam lebih di sana, kami pulang ke rumah nenek, meninggalkan objek wisata ramai itu. []